Selasa, 22 September 2009

Baptisan Selam, Pentingkah?


Sebagai pengikut Kristus, seorang Kristen seharusnya mengikuti teladan yang telah TUHAN Yesus lakukan sewaktu pelayananNya di dunia ini. Dalam jangka waktu yang singkat,TUHAN Yesus telah memberikan teladan yang begitu banyak. Beberapa diantaranya kelihatannya bersifat simbolik, tetapi tetap dilakukan. Baptisan air dan Perjamuan Kudus adalah dua hal yang terkesan simbolik belaka sehingga mengundang 'perdebatan' secara teologis.

Sebenarnya, perdebatan yang tidak bermanfaat itu harus dihindari, tetapi itulah kenyataannya. Apalagi mengenai baptisan air, perdebatan baptisan percik dan perdebatan selam bahkan kalau tidak hati-hati akan menyebabkan perpecahan. TUHAN Yesus akan sangat sedih sekali !

Tetapi sebagai pengikut Kristus, tentunya kita harus mengikuti apa yang menjadi teladan bahkan perintah TUHAN YESUS. Untuk baptisan air, apapun bentuknya, baptisan adalah elemen yang sangat penting, jawabannya adalah HARUS. Seorang yang telah BERTOBAT dan MENERIMA YESUS sebagai TUHAN dan JURUSELAMAT harus dibaptis! Tidak ada kata tidak, kita harus menset target kita secara maksimal di dalam mengikuti TUHAN YESUS. TUHAN Yesus sendiri memberikan teladan tersebut ketika dia berjalan dari GALILEA ke YUDEA untuk dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di sungai YORDAN.

Lalu kenapa kita harus dibaptis?



Karena itu adalah perintah TUHAN YESUS sendiri. Kita bisa dapatkan di Matius 28:19.


Mat 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.


Untuk satu kondisi, memang ada satu contoh bahwa penjahat yang di sebelah kanan TUHAN YESUS sewaktu disalibkan, tidak dibaptis. Lalu penjelasannya seperti apa?

Memang itu yang sering dijadikan alasan untuk mendiskon mengenai baptisan sehingga membentuk opini bahwa baptisan itu bukan hal yang penting. Tentunya mentalitas dari pandangan ini perlu kita pertanyakan. Mentalitas untuk menset standard yang minimal inilah yang membentuk orang-orang Kristen yang rapuh, lemah dan suam-suam kuku. Satu start di dalam mengikuti kehidupan Yesus Kristus yang buruk telah dimulai, dan jika awal yang begitu buruk saja diberikan, kita bisa bayangkan bagaimana dengan perjalanan kekristenan selanjutnya. Ini adalah perbuatan yang menjustifikasi kedagingan manusia.

Kata Baptis sendiri berasal dari kata Baptizo yang berarti celup. Jadi ada unsur air berperan di dalamnya. Tidak bisa diterjemahkan atau ditafsirkan dengan standard daging manusia. Kedengarannya ekstrim, tetapi memang iman kepada TUHAN harus ditunjukkan dengan perbuatan, dan melalui baptisanlah, kita mengimplementasikan iman kita dengan perbuatan. Bukankah ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kita adalah pengikut Kristus?

BAPTISAN SELAM ATAU BAPTISAN PERCIK YANG SAH?



Kata baptis diambil dari kata Baptizo dalam bahasa Yunani:


baptizo
bap-tid'-zo
to make whelmed (that is, fully wet); used only (in the New Testament) of ceremonial ablution, especially (technically) of the ordinance of Christian baptism: - baptist, baptize, wash.


Tidak pernah dijelaskan atau dicontohkan mengenai tradisi baptisan percik. Yang paling banyak dan paling mempunyai dasar Alkitab adalah baptisan selam.
Berbagai contoh mengenai cara baptisan selam dikisahkan di kisah para Rasul.


Kisah Para Rasul 8:36 Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?"
Kisah Para Rasul 8:37 (Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.")
Kisah Para Rasul 8:38 Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.
Kisah Para Rasul 8:39 Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.


Seandainya kalau memang baptisan percik dibolehkan, tidak perlu susah Sida-sida Ethopia itu meminta diri dibaptis ketika baru menemukan sebuah sumber air, perjalannya ke Yerusalem tentunya dilakukan dengan persiapan air yang banyak, tentunya dari air di termos saja sudah cukup melakukan baptisan percik bukan?

Saya sendiri sering menemukan argumen bagaimana dengan umat Kristen awal di Yerusalem yang dibaptis yang jumlahnya lebih dari tiga ribu jiwa (pria)? Apakah mereka juga mampu diakomodir untuk baptisan selam?

Jawabannya tentu bisa. Para pekerja saat itu cukup banyak untuk melakukan hal tersebut apalagi ditambah dengan kondisi geografis Yerusalem yang dikelilingi dengan kolam-kolam yang cukup banyak (Silahkan buka peta di belakang Alkitabmu).

Lalu apa makna baptisan selam?



1. MENELADANI APA YANG TUHAN YESUS LAKUKAN

Tuhan Yesus sendiri menempuh jalan yang panjang dari tanah Galilea di utara menuju tanah Yudea untuk dibaptis oleh Yohanes Pembaptis.
Sikap hati yang rendah hati tersebut ingin menyampaikan pesan kepada kita untuk ikut meneladaniNya. Bahkan harus menceburkan diriNya ke sungai Yordan yang kotor sebagai wujud 'adjustment' Dia ingin
bersama-sama dengan orang-orang dari berbagai daerah yang juga memberikan diri mereka dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Kenapa kita mendiskon?
Dia yang bahkan menjadi tontonan umum disalibkan bagi kita? Kenapa kita harus malu?


Mar 1:9 Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.


Kenapa kita masih memegang pandagan mengenai baptisan percik? Mengapa sesuatu yang Alkitabiah harus kita diskon?

2. BERSAKSI UNTUK TUHAN dan MENDEKLARASIKAN IMAN KITA

di kesempatan inilah kita diberikan kesempatan oleh TUHAN untuk menyatakan iman kita kepada TUHAN YESUS bahwa kita adalah pengikut Kristus. Ketika kita mengakui YESUS di depan manusia, maka Ia yang setia pun juga akan mengakui kita di depan Bapa di sorga.


Mat 10:32 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.



Mat 5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."


Ingat, di kitab Wahyu juga dikatakan bahwa Iblis dikalahkan oleh kesaksian kita dan oleh darah Anak Domba !


Wahyu 12:11 Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.


Ketika sebelum dibaptis, biasanya kita akan diberi pertanyaan sekali lagi akan keseriusan kita di dalam menerima baptisan apakah kita memang benar-benar percaya kepada TUHAN YESUS adalah ANAK ALLAH BAPA atau tidak.
Jika kita tidak benar-benar meyakini, maka kesempatan untuk dibaptis masih bisa dibatalkan.

Sebagaimana halnya ketika sepasang calon suami istri melakukan 'ijab kabul' / ucap janji setia di depan banyak orang, kita yang akan menerima baptisan yang lebih AGUNG dan SUCI daripada sebuah pesta perkawinan pun harus mengucapkan itu.

Keinginan untuk dibaptis harus didasari dengan satu KERELAAN, bukan atas dasar PAKSAAN ataupun SEKEDAR IKUT-IKUTAN ataupun dengan MOTIF yang salah sehingga kita tidak boleh bermain-main dengan UCAPAN dan PERNYATAAN IMAN KITA.

3. MEMOHON KEPADA ALLAH BAPA UNTUK HATI NURANI YANG BERSIH

Dengan baptisan air, kita diajarkan bahwa kita bukan membersihkan tubuh jasmani dari kenajisan saja, kalau hanya sekedar untuk membersihkan kekotoran badaniah, kita bisa mandi di kamar mandi, tetapi justru dengan baptisan air, kita juga memohonkan hati nurani yang bersih, dan Allah Bapa pasti akan memberikannya kepada kita karena permintaan yang baik tersebut.


1 Petrus 3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,


Hati Nurani itu sangat penting di dalam kekristenan, bahkan orang di luar Kristen pun tahu itu, apalagi sebagai orang Kristen bukan?

4. KITA MEMBUAT KEPUTUSAN UNTUK MATI SEBAGAI MANUSIA LAMA YANG BERDOSA, BANGKIT SEBAGAI MANUSIA BARU DI DALAM TUHAN YESUS KRISTUS

Adalah sebuah keputusan kita untuk serupa dengan Kristus. Seperti halnya janji sehidup semati pasangan suami istri di depan 'penghulu' atau di depan pendeta, begitu pula dengan baptisan ini.

Adalah sebuah tindakan ikrar sehidup semati, apalagi dengan TUHAN KITA yang telah mati dahulu untuk kita sewaktu kita masih berdosa, betapa lebih lagi ketika kita dilayakkan untuk dibaptis, kita mesti membuat keputusan untuk MATI SEBAGAI MANUSIA LAMA YANG BERDOSA untuk meninggalkan cara hidup kita yang lama yang dikuasai oleh dosa. Pasti pernah dengar lagunya kan? Seperti Yang KAU Ingini !


Roma 6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
Roma 6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Roma 6:5 Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.
Roma 6:6 Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.
Roma 6:7 Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.


Pertanyaan selanjutnya adalah mengenai siapa yang boleh dibaptis, lalu apa berkat-berkat yang diterima setelah dibaptis mungkin akan saya bahas di kesempatan mendatang dengan dasar Alkitabiah. Tetapi secara padat saya ingin katakan bahwa persyaratan orang dibaptis adalah ORANG YANG SUDAH BERTOBAT dan MENERIMA YESUS SEBAGAI TUHAN DAN JURUSELAMAT dan atas dasar kerelaan mereka diberi dirinya dibaptis, bukan anak kecil yang tidak bisa mengambil keputusan. Setelah dibaptis, kita akan menerima pengampunan dosa dari ALLAH BAPA DI SORGA dan menerima karunia ROH KUDUS.


Kisah Para Rasul 2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.


Dengan sederet alasan dan argumen di atas, mengapa kita harus menset standar yang rendah di dalam perjalanan kekristenan kita? Kenapa kita yang selalu menset tinggi cita-cita kita di dunia, untuk hal yang menuju kekekalan harus kita discount dengan standar yang rendah?


Baiklah orang yang mengajarkan hal-hal dengan standar yang rendah menguji diri mereka sendiri tentang keseriusan mereka di dalam TUHAN, tapi sesuai dengan pernyataan rasul Paulus, kita tidak mempunyai kebiasaan seperti itu !
Mari kita bangun dasar iman Kristen kita dengan permulaan yang bagus !

Sifat dasar manusia: KALAU BISA GAMPANG, KENAPA DIPERSULIT? (=jangan serupa dengan dunia=)

Senin, 31 Agustus 2009

Sesuatu Yang Baik Bisa Jadi Salah

Saudara-saudara, misteri hati memang merupakan sebuah misteri antara manusia dengan sang Penciptanya.
Pepatah 'dalamnya lautan bisa diukur, dalamnya hati seseorang tidak ada yang bisa mengetahuinya'. ada sedikit kebenarannya, tetapi puji syukur kepada TUHAN, Ia mengaruniakan kepada orang-orang tertentu untuk bisa menimbanya.



Amsal 20:5 Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya.


Secara kasat mata, tidak ada seorangpun manusia yang bisa mengetahui isi manusia lain seratus persen. Hanya TUHAN, sang Pencipta yang bisa mengetahuinya. Penampilan seorang manusia seringkali menipu pandangan manusia lainnya. Makanya di dunia ini, penipuan sering terjadi, dan anehnya, manusia terus menerus tertipu oleh penampilan luar.

Bagi TUHAN, penampilan luar tidak terlalu dipentingkan, tetapi isi hati lebih dipandang sebagai sesuatu yang lebih penting. Performa Saul, raja pertama Israel yang tinggi perawakannya dan tampan ditolak oleh TUHAN karena memiliki sikap hati yang buruk. Dari hatilah, pribadi seorang manusia dipancarkan jelas. Kesalahan manusia dalam menjadi hati bisa menyebabkan cara berkata-kata, cara memperlakukan orang, cara mengambil keputusan hidup menjadi salah.

Sesuai dengan judul diatas, saya ingin sedikit mengupas misteri hati. Sesuatu yang baik bisa jadi salah ketika didasari dengan sikap hati yang salah. Apakah mungkin terjadi begitu? Jawabannya sangat mungkin.

Sikap Hati Yang Salah Ketika Memberi


Salah satu contoh yang biasa terjadi adalah ketika kita membantu orang lain. Secara penampilan luar, kita bisa melakukan ini dan itu untuk orang lain.

Kita mungkin bisa memberikan bantuan makanan kepada fakir miskin dan anak yatim akan kebutuhan hidup mereka. Tetapi tidak ada yang tahu apa motif dibalik kita melakukan hal itu.

Di pemilu 2009 lalu, para tim sukses dan tim kampanye calon presiden bisa tiba-tiba menjadi sangat baik melakukan amal dimana-mana, memberikan sumbangan kepada masyarakat yang membutuhkan. Para capres tiba-tiba menjadi sibuk turun ke pasar, dekat dengan rakyat miskin, bahkan berpelukan dengan masyarakat papah.

Tetapi pada akhirnya waktu sendiri yang membuktikan keseriusan dari para capres tersebut. Setelah pemilu usai, bahkan setelah 'minggu tenang kampanye', 'belang' para capres pun sudah terlihat.

Ada kasus yang lebih ekstrim lagi, sebuah contoh kasus di mana seorang kekasih berani mati untuk 'pasangannya'. Mungkin bagi manusia awam, kisah seperti ini merupakan kisah yang sangat romantis, tetapi di balik kematiannya, kita sebenarnya tidak tahu apa maksudnya, terutama apa motifnya sehingga seseorang mengorbankan nyawa untuk kekasihnya. JIka orang tersebut berani mati untuk kekasihnya karena rasa cinta dan atas pengorbanan tulus, maka PUJI TUHAN. Tetapi jika morifnya hanya karena ingin mendapatkan 'tubuh' sang kekasih, betapa konyolnya perbuatan itu.

Hal yang sama terjadi dengan para teroris yg mengatasnamakan TUHAN dan jalan yang mulia. Mereka berani 'mengorbankan' nyawa untuk 'membela TUHAN'. Ya, seakan-akan memang membela TUHAN, banyak orang yang salut. Tetapi setelah ditelusuri, ternyata yang mendasari para teroris untuk berani berkorban nyawa menghabisi manusia ciptaan TUHAN ternyata adalah hanya 'hawa nafsu dijemput puluhan bidadari dari surga', betapa rendahnya
motivasi mereka. Sekali lagi jika kita tidak hati-hati, kita juga tertipu.


1 Korintus 13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.



Sikap Hati Yang Salah Ketika Menerima



Saya tidak akan membahas sikap yang salah ketika menerima pemberian dari orang lain dengan satu sikap hati curiga. Terang saja menaruh curiga kepada orang lain ketika seseorang memberikan sesuatu kepada kita
adalah jelas-jelas salah. Di dalam hati, kita sudah melakukan penghakiman. Kita tidak berbicara di wilayah abu-abu ini, kita tidak dapat menebak isi hati orang lain yang memberikan pemberian kepada kita, tetapi tentunya juga
kita tetap berjaga-jaga jikalau memang benar ada maksud di balik pemberian yg dilakukan seseorang. Berjaga-jaga dan menghakimi tentu saja berbeda, menghakimi berarti memberikan vonis ketika sesuatu yang belum terjadi kita sudah memberikan satu dakwaan kepada orang lain.

Dalam bahasan ini, saya lebih ingin membahas bagaimana sikap hati kita yang tamak dalam menerima pemberian orang lain. Sekali lagi, walaupun seseorang memberikan kita pemberian dengan kerelaan, tetapi dengan sikap hati yang tamak, kita bisa jadi bersalah di hadapan TUHAN. Sikap tamak merupakan contoh seseorang yang tidak mampu menguasai diri, Sikap tamak akan menghasilkan penampilan luar yang terburu-buru. Hasilnya tentu saja tidak baik, orang lain akan menilai kita sebagai pribadi egois, dipenuhi hawa nafsu, tidak mampu mengendalikan diri, mementingkan diri sendiri. Walaupun secara normatif manusia, tidak ada yang salah pada mulanya,
tetapi jika sikap hati tersebut diperbaiki, maka orang-orang dengan sikap hati tersebut cepat atau lambat akan meninggalkan teman-teman (atau mungkin ditinggalkan) bahkan meninggalkan TUHAN.

Jagalah hati kita!


Galatia 5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
Galatia 5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
Galatia 5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.



Galatia 5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
Galatia 5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.



Sikap Hati Yang Salah Ketika Memenangkan Jiwa untuk TUHAN



Ketika membaca judul subtopik ini, mungkin anda juga bertanya-tanya, setuju atau tidak, kita mesti memperhatikan hal ini. Sebagai seorang yang mengasihi TUHAN dan ingin memenangkan jiwa utk Kristus Yesus, mengabarkan kabar baik / Injil merupakan sebuah 'keharusan' bahkan gaya hidup. Di mana kita berada, kita mesti mengabarkan Injil melalui perkataan maupun perbuatan.

Kerinduan utk memenangkan jiwa untuk TUHAN memang bagus. Tetapi kita mesti memperhatikan bagaimana cara kita memenangkan jiwa-jiwa buat TUHAN.
Cara-cara yang salah walaupun dengan tujuan yang baik akan menghasilkan buah yang bertahan sementara. Tuhan Yesus sendiri berkata, "Pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik".

Di dalam memenangkan jiwa buat TUHAN, jangan sampai kita terpaku pada hasilnya semata, sesuatu yang cepat datang, akan cepat juga pergi. Istilahnya : "Easy come, easy go".

Beberapa tahun ini, banyak yayasan kristen yang menggunakan cara-cara 'manusia' untuk memenangkan juwa buat TUHAN. Dengan memberikan bantuan makanan, bakti sosial, imunisasi gratis dan kegiatan amal lainnya untuk membantu sesamanya. Hal ini sangat baik! Ya, absolutely baik. Tapi jangan sampai kita dengan cara-cara kita untuk membawa jiwa kepada TUHAN YESUS hanya dengan cara tersebut. Seperti kita tahu, TUHAN sendiri berfirman, tanpa BAPA yang menarik seseorang kepada YESUS, sia-sia usaha kita.

Mungkin saja pada awalnya, banyak orang dengan 'mulut' mereka mengaku bahwa YESUS adalah TUHAN, tetapi sekali lagi, dalamnya hati manusia tidak ada yang tau. Jika hati mereka menertawai bagaimana? Jika kita membagikan terang Kristus hanya sebatas 'menservis jiwa' mereka tanpa memenangkan secara total hati mereka buat TUHAN, kita ibaratnya sedang membangun bangunan di atas dasar yang rapuh.

Akhir-akhir ini kita mendengar, banyak orang yang meninggalkan iman Kristus. Faktor penyebab semuanya ini adalah semata-mata karena dasar yang dibangun pada saat mereka menjadi seorang Kristen adalah bukan YESUS KRISTUS. Mungkin emas, mungkin perak, ya, mungkin juga sebungkus Indomie. Kita mesti berhati-hati.

Kisah di Injil jelas memuat kisah bagaimana ribuan orang mengikuti TUHAN YESUS kemanapun DIA pergi, tetapi dengan motivasi hanya mencari ROTI dan IKAN. Kita tau hasilnya bukan? TUHAN YESUS menyuruh mereka pulang.


Matius 14:22 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.



1 Korintus 3:13 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.


Saudara-saudara, mari kita terus memeriksa hati kita ketika melakukan segala sesuatu. Jaga MOTIVASI HATI kita.


Amsal 4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

Selasa, 02 Juni 2009

Dosa Turunan

Pada hakikatnya setiap manusia sudah jatuh di dalam dosa. Ketika seorang manusia dilahirkan, telah ada benih dosa yang sudah dibawa ke dunia, tetapi sayangnya banyak orang memungkirinya (ya, dengan memungkirinya, itu sudah contoh sebuah contoh keangkuhan, dan keangkuhan itu adalah bagian dosa). Ada 3 hal yang telah dibawa manusia ketika dilahirkan, dan 3 hal itulah yang akan terus melekat kepada manusia sampai mati.

Keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup adalah 3 hal tersebut. Kita bisa menjumpai 3 hal tsb meskipun pada bayi.


1 Yohanes 2:16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.


Tidak pernah kita mengajarkan seorang anak kecil untuk egois, mereka bisa egois, tidak pernah kita ajarkan anak kecil untuk berbohong, mereka bisa berbohong,
tidak pernah kita ajarkan mereka untuk merampas mainan temannya, mereka bisa melakukannya sendiri.

Benih dosa itu semakin hari semakin bertumbuh seiring usianya. Ketika sudah makin besar, maka benih itu akan berakar semakin dalam. Secara rohani, manusia diibaratkan sebagai tanah. Begitu juga dosa akan terus berakar dalam diri manusia. Ketika akarnya sudah kokoh, maka mulailah dosa itu bertumbuh dari hari demi hari.
Dosa mulai seperti pohon di dalam diri manusia. Ketika pada waktunya, maka makin berbuah-buahlah dosa.
Mungkin pada awalnya dosa itu hanya menguntit di pikiran manusia, godaan-godaan yang masuk dari mata akan merasuk ke pikiran. Ketika pikiran terus diikat, maka hatipun mulai dirangsang melakukan dosa.
Proses di hati inilah yang akan berbenturan dengan hati nurani manusia. Secara normal, manusia selalu kalah terhadap dosa. Itulah sebabnya manusia sering cenderung melakukan kejahatan.
Ketika hati nurani kita kalah oleh dosa, maka dosa itu akan terwujudkan dengan perbuatan. Lahirlah kejahatan demi kejahatan. Satu kejahatan ditutup dengan kejahatan lain. Mungkin awalnya hanya kejahatan kecil. Kemudian karena takut kejahatannya terbongkar, maka manusia berbohong. Kemudian setelah ketahuan berbohong, maka manusia membunuh untuk menutupi perbuatannya. Karena takut pembunuhannya terbongkar, maka manusia memfitnah, kemudian seterusnya terjadi lingkaran dosa. Akhirnya buah dosa yang matang menghasilkan maut:


Roma 6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.



Yakobus 1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.


Kita bisa ambil contoh dari kehidupan Kain. Pertama kali yang timbul hanyalah masalah hati yaitu rasa iri hati terhadap Habel adiknya. Tetapi dari situ, dosa demi dosa dilahirkan sampai akhirnya dia di buang dari hadapan Allah. (Kejadian 4:3-4:16)

Itulah sedikit gambar mengenai dosa turunan. Teori dosa turunan sangatlah sederhana dijelaskan. Dari kehidupan sehari-haripun, kita bisa memperoleh gambarannya. Seperti halnya penyakit turunan dan penurunan sifat genetika , maka dosa turunanpun hampir sama dijelaskan.

Karena dosa turunan inilah, semua manusia membutuhkan TUHAN. Manusia yang sudah hilang kemuliaan tidak akan bisa menyelamatkan dirinya sendiri.


Roma 3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,


Semua membutuhkan rahmat TUHAN. Rahmat Tuhan (Grace) itulah yang mampu menyelamatkan manusia. Dapatkah manusia yang berdosa menyelamatkan manusia berdosa pula? Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Untuk itulah Allah menyatakan diriNya kepada manusia dengan jalan datang sebagai manusia untuk membawa kita kembali kepadaNya.
Untuk itulah Allah di dalam YESUS KRISTUS menyatakan diriNya kepada manusia. Hanya di dalam namaNya manusia bisa diperdamaikan dengan Allah Sang Pencipta. Dia datang memang sebagai manusia, tetapi di dalam kemanusianNya, Dia tidak melakukan dosa. Bahkan Dia menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging.


Roma 8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,


Sekarang ini, tanyakanlah hatimu sendiri secara jujur, apakah anda saat ini tidak berdosa?

Sabtu, 30 Mei 2009

Siapakah Yang Masuk dan Siapakah Yang Terbesar : Kerajaan Sorga?

Tuhan Yesus tidak secara langsung memberikan jawaban kepada murid-muridNya mengenai siapa yang terbesar di kerajaan Sorga. Tetapi malahan TUHAN YESUS membagi ke dalam 2 bagian penjelasan. Kalau kita perhatikan baik-baik, TUHAN YESUS seolah-olah ingin mengajari murid-muridNya dengan satu pesan:

"Hei..jangan dulu bicara dulu deh siapa yang terbesar di Kerajaan Sorga, tapi mari kita kembali ke dasar, siapa yang masuk ke Kerajaan Sorga".



A. Siapakah Yang Masuk ke Kerajaan Sorga?

Matius 18:2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
Matius 18:3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.


1. Bertobat dan Dibaptis - Lahir Baru

Pertobatan merupakan awal dari mendapatkan keselamatan. Tanpa pertobatan sejati [18 lessons], tidak mungkin kita bisa menerima keselamatan.

Pertobatan yang pura-pura ataupun pertobatan karena keterpaksaan tidak akan menimbulkan sebuah keputusan yang serius kepada TUHAN.

Ketika seseorang bertobat, akan pula disertai dengan adanya rasa penyesalan, rasa jijik akan dosa yang pernah dilakukan dan juga meninggalkan perbuatan lamanya dan juga mempunyai sikap seperti Zakheus.

Sebuah keputusan Zakheus membuat Yesus berkata bahwa Zakheus juga layak mendapatkan keselamatan:

Luk 19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."
Luk 19:9 Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.


Pertobatan yang sejati akan membawa kita untuk kemudian memutuskan menerima YESUS sebagai TUHAN dan juru selamat.

Seperti halnya orang-orang di Yerusalem ketika mendengar khotbah dari rasul Petrus, mereka tidak hanya terharu, tetapi mereka menanyakan kepada rasul-rasul apa yang harus mereka lakukan.

Act 2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.


Ketika bertobat, seseorang juga harus mampu untuk melepaskan konsep-konsep lamanya. [Baca percakapan TUHAN YESUS dengan seorang GURU Taurat / Nikodemus: Yohanes 3]
Jadi, bertobat, menerima Yesus sebagai TUHAN dan JURUSELAMAT adalah satu paket yang tidak dapat dipisahkan.


2. Menjadi Bayi Rohani

Setelah proses lahir baru, ibaratkan seorang anak yang baru keluar dari rahim ibunya, dia harus segera dipelihara secara intensif. Ada pengguntingan ari-ari, dimandikan, dan juga kalau perlu dimasukkan ke dalam inkubator jika kondisinya memang harus seperti itu. Itu pulalah yang terjadi dengan petobat baru. Harus ada seseorang yang lebih dewasa secara iman untuk "memelihara" bayi ini. Orang dewasa itu haruslah memiliki sebuah kasih seperti layaknya seorang ibu kepada anak kandungnya. Tanpa sikap hati seperti itu, orang tsb tidak akan bertanggungjawab terhadap bayi yang dititipkan TUHAN kepadanya.

Tanggap darurat kepada petobat baru dapat diterapkan dengan follow-up 24 jam. Menemani mereka, memberi mereka makan (secara rohani), tentunya "susu rohani", yaitu pelajaran-pelajaran dasar kekristenan, memberikan perhatian sejati kepadanya.

Fase inilah fase yang sangat kritis. Peletakan dasar-dasar Kitab Suci mengenai pertobatan, keselamatan, dan saat teduh harus diberikan supaya terhindar dari pengaruh konsep lama yang mungkin saja "menghantuinya".

3. Anak

Merespon panggilan TUHAN dan mempunyai sebuah komunitas.


Matius 18:2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka


Di ayat 18:2 sangat jelas Yesus memberikan contoh mengenai sikap hati anak kecil itu bagaimana ketika dia dipanggil, anak kecil itu langsung merespon panggilan TUHAN. Mungkin pada saat itu, anak kecil sedang bermain dengan teman-temannya. Tetapi karena dia sadar siapa yang memanggilnya, maka tidak ada pertanyaan kedua kali untuk TUHAN YESUS kenapa memanggilnya, sang anak langsung merespon panggilan.

Seringkali banyak orang Kristen di dalam perjalanan kekristenannya merasa ketika sudah melakukan "doa pendosa" dan "dibaptis", semua seakaan sudah selesai.
Rumah sudah jadi di sorga dan seterusnya adalah kehidupan lama. Pandangan seperti inilah yang menggerogoti mayoritas kehidupan orang Kristen di dunia.
Orang Kristen menjadi orang paling egois dan sombong, mereka berdalih bahwa mereka adalah ANAK, yang lain adalah HAMBA. Seorang ANAK YANG DISAYANG TIDAK PERLU LAGI BEKERJA, kerjaannya adalah memerintah sana sini kepada HAMBA. Sialnya lagi, yang menjadi HAMBANYA adalah BAPANYA yang di sorga. Ya, inilah "MENTAL ANAK MANJA".

Tapi Bapa di sorga tidak akan mendidik kita sebagai ANAK MANJA, tetapi ANAK YANG BERTANGGUNGJAWAB. Malahan Bapa di sorga akan mendisiplinkan kita dengan menyesah kita, memukul kalau bandel. Hal ini dilakukan untuk mendidik kita dalam kebenaran.


Ibrani 12:6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak."


Saudara-saudara, fase inilah fase yang sangat menentukan. Ada pepatah yang menyatakan "umur 4 tahun akan menentukan seseorang ketika umurnya 80 tahun". Cukup masuk akal. Di usia-usia ini seorang anak harus dididik dengan benar. Pendidikan kita sebagai sebagai rohani bisa dilakukan dengan membaca Alkitab. Fungsi Alkitab adalah:


2 Timotius 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.


Pembelajaran Alkitab yang baik dan efektif adalah melalui sekolah Alkitab / sebuah komunitas yang membangun. Ibarat seorang anak kecil, tentunya dia harus disekolahkan. Di sekolah, dia mendapatkan banyak hal. Bukan saja pengetahuan, pembentukan karakter melakukan pendidikan gurunya, tapi bersosialisasi dengan anak-anak lainnya. Manusia adalah mahkluk sosial, tidak ada "one man show", itu juga yang terjadi dengan bapa jasmani manusia, Adam.

Dari komunitas inilah anak-anak diajar, dilatih, ada proses yang berkesinambungan sampai dengan dewasanya.

Di ayat 18:2 saya bisa membayangkan kalau saya adalah anak kecil yang dipanggil. Pertama kali saya pastilah senang dipanggil oleh TUHAN, tetapi ada cara canggung ketika saya diperhadapkan dengan murid-murid TUHAN YESUS yang brewokan dan sangar-sangar. Tapi anak ini menurutinya karena Dia percaya siapa yang telah memanggilnya
tidak akan mencelakankannya.

Itulah "kunci" untuk masuk ke Kerajaan Sorga. Selanjutnya mari kita pelajari bagaimana syarat menjadi terbesar di Kerajaan Sorga.


B. Siapakah Terbesar di Kerajaan Sorga


Mat 18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.


Kali ini Yesus tidak lagi mengajarkan murid-muridNya mempunyai pemikiran seperti anak-anak. Pikiran anak-anak justru akan membuat kita egois, tidak mau mengalah satu sama lain, dan mau diperhatikan saja. Semua masih egosentrik. Firman TUHAN jelas mengatakan:



1 Korintus 14:20 Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!


Lalu apa pesan dari ayat Matius 18:4?

Mari kita coba bayangkan dan renungkan perkataan TUHAN YESUS ini. Saya coba membayangkan kata "merendahkan diri seperti anak kecil". Secara deskriptif saya bisa gambarkan bahwa untuk merendahkan diri seperti anak kecil itu, para murid yang tingginya mungkin rata-rata 176 cm sampai dengan 190 meter harus membungkuk, bahkan sampai jongkok sehingga bisa sejajar dengan anak kecil tersebut. Memang tidak mudah untuk melakukan perintah TUHAN seperti itu.

Sikap gengsi mungkin muncul dari hati, terutama gengsi terhadap anak kecil tersebut. Mereka adalah orang-orang yang kaku, sebagian adalah nelayan, ada pula yang bekas pemungut cukai, dll.

Di Firman TUHAN berbagai contoh dan berbagai pesan jelas dan ekslipit mengajarkan kita untuk saling menundukkan diri, saling mengasihi satu sama lain. TUHAN YESUS sendiri mengatakan, untuk menjadi yang utama, kita harus menjadi hamba dari semua orang. TUHAN YESUS adalah contoh yang paling tepat !


Lukas 22:26 Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.


Orang yang bisa menerapkan hal inilah adalah orang yang justru dewasa secara rohani. Penyangkalan diri diperlukan, seperti kita tau, semua orang di gereja mempunyai latar belakang berbeda, karakter berbeda, budaya berbeda, alangkah indahnya kalau semua orang bisa menyangkal diri. Tanpa penyangkalan diri, tidak bisa memikul salib, tanpa memikul salib, tidak mungkin kita bisa mengikuti TUHAN YESUS.

Semakin dewasa kekristenan seseorang, semakin orang tsb mampu untuk menyalibkan keinginan, kesombangan, keegoisannya. Ketika itu terjadi, buah Rohlah yang merupakan karakter kedewasaan rohani seseorang bisa dirasakan oleh orang lain.


C. Kesimpulan

Untuk menjadi terbesar di dalam Kerajaan Sorga memerlukan proses yang panjang, tidak ada yang instant. Ada pepatah "easy come, easy go". Hal ini tidak berlaku di Kerajaan Sorga. Mudah datang dan mudah pergi hanya cocok untuk dunia.

Senin, 25 Mei 2009

Yesus diurapi Wanita Berdosa - Part #2 : Maria Magdalena

Di bagian pertama, kita telah membaca bagaimana perilaku dan motif si Simon Farisi cs di dalam menjamu TUHAN YESUS ke dalam rumahnya. Mereka mempunyai motif yang salah thdp YESUS Kristus. Di mata manusia, mungkin apa yang dilakukan oleh Simon Farisi cs adalah sesuatu yang sangat baik, mengundang seorang Yesus Kristus, sang guru, pembuat mukjizat, orang yang sangat populer.

Mungkin saja niat Simon Farisi cs adalah ingin menunjukkan kepada masyarakat saat itu mereka adalah orang yang baik, ingin mencari nama besar mendompleng nama Yesus, dll. Apa yang dilakukan mereka telah heboh di masyarakat dan menjadi bahan perbincangan yang meluas, bahkan sampai di telinga seorang perempuan pendosa yang bernama Maria Magdalena.

Ya, mungkin sebelum mengundang TUHAN YESUS ke rumah, mereka telah melakukan pengumuman di seluruh Galilea bahwa ada jamuan untuk sang Rabbi!

Ujung2nya adalah kepopuleran pribadi dan tentunya sinagog yang mereka bangun akan semakin ramai dikunjungi. Di saat ini, kita tau, banyak hamba TUHAN yang selalu mendompleng nama Yesus untuk menggapai popularitas pribadi dan ujung2nya adalah mengajak orang beribadah di gereja mereka. Memang secara general, itu adalah hal baik, mengajak orang mengenal TUHAN. Tapi kalau hanya semata dengan motif untuk mencari keuntungan pribadi melalui uang persembahan, persepuluhan, dan lain-lain, maka hal itu akhirnya akan menciptakan malapetaka bagi pribadi yang bersangkutan.

Apa yang dilakukan oleh wanita pendosa yang diidentifikasi bernama Maria Magdalena ini sangat kontras dengan apa yang dilakukan oleh simon Farisi cs.

Wanita ini yang di Injil Yohanes dikisahkan berdomisili di Betania tidak mengundang Yesus untuk datang, makan bersama Dia. Ini dilakukannya bukan karena dia sombong, tetapi karena dia merasa tidak layak untuk mengundang seorang pribadi yang sangat mulia, sang TUHAN untuk hadir ke rumahnya. Dia merasa dosa-dosanya yang begitu besar terlalu najis bagi TUHAN yang maha Kudus.

Memang dosa adalah penghalang untuk kita bertemu TUHAN, tetapi saudara-saudara, TUHAN telah berinisiatif dahulu untuk datang dan mencari kita untuk mengembalikan kita kepada pangkuanNya. Kita bisa baca dari kitab Kejadian ketika Adam dan Hawa berdosa, mereka bersembunyi dari hadapan TUHAN, tapi TUHANlah yang mencari mereka dan kemudian membuat pakaian untuk mereka.

Saudara2, datanglah kepada TUHAN saat ini, berapapun banyak dosa kita yang telah kita buat, akuilah di depanNya, jangan malah berdalih seperti yang dilakukan Adam dan Hawa yang justru menyalahkan ular yang seharusnya mereka mampu jinakkan, malahan jatuh ke dalam binatang ternak yang mereka berikan nama.
Sehebat2nya kita menutupi dosa kita, kita tidak dapat membohongi sang pencipta kita. Adam dan Hawa mencoba menutupi keterlanjangan mereka dengan daun ara, tapi itu tidak akan bisa menutupi seluruh ketelanjangan mereka.

Akuilah segala dosa dan kelemahan kita, Ia adalah setia dan adil !

1 Yohanes 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.


Jika kita mengaku kita tidak berdosa, kita sudah berusaha menipu diri kita, tapi kita tidak mampu menipu TUHAN:

1 Yohanes 1:8 Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.


Pengakuan dosa kita di hadapan TUHAN adalah gerbang pengampunan TUHAN terhadap kita. Jalan selanjutnya mesti kita tempuh. Kita bisa belajar lebih lanjut dari Maria Magdalena.

1a. Tidak melewatkan kesempatan bertemu / mencari TUHAN selagi ada

Maria Magdalena ketika mendengar heboh berita Yesus ada di rumah Simon cs, dia tidak melewatkan kesempatan yang ada.


Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. (Lukas 7:37)


1b. Mempersiapkan dan Memberikan Yang Terbaik Untuk TUHAN
Dia telah mempersiapkan yang terbaik yang daripada dia untuk dipersembahkan di kaki TUHAN.


...datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. (Lukas 7:37)


Adalah sesuatu yang sangat sukar untuk kita mempersembahkan sesuatu yg paling baik untuk TUHAN, apalagi nantinya apa yang telah kita persiapkan dampaknya hanya untuk sesuatu yang kelihatannya kurang berarti (minyak wangi yang mahal itu dipakai hanya untuk membersihkan kaki TUHAN YESUS). Tapi kita tau, TUHAN melihat hati !

Saudara-saudari, janganlah melewatkan kesempatan yang ada ketika kesempatan itu ada. Waktu bukan kita yang kendalikan. Apalagi di saat2 terakhir ini, TUHAN sedang melawat umatNya.


Yesaya 55:6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!



2. Iman Harus Disertai Tindakan - Maria Magdalena Berani Mengambil Resiko Penolakan

Maria Magdalena adalah pribadi yang sangat mengambil resiko di dalam mengikuti TUHAN. Beberapa kali dia mengambil tindakan yang cukup nekat, salah satunya adalah peristiwa ini.
Hal ini adalah kecintaannya pada TUHAN yang telah melepaskannya dari belenggu dosa yaitu tujuh setan telah diusir dari dirinya oleh TUHAN YESUS.

Kejadian yang lain adalah pada saat dia dan beberapa wanita datang menjenguk dan membawa rempab untuk membalsem "mayat" Yesus. Mereka adalah wanita-wanita yang mempunyai pengharapan, mereka melakukan hal ini menjaga tubuh YESUS supaya tidak rusak untuk menantikan kebangkitanNya, walaupun kelihatannya cenderung sedikit memakai logika manusia, tapi TUHAN tetap memperhitungkan sebagai kebenaran. Mungkin ada yang beranggapan bahwa itu adalah tradisi Yahudi untuk membalsem mayat seseorang.

Pada kejadian di perikop yang kita bahas ini, Maria mengambil tindakan dengan berani menerobos berbagai rintangan. Dia tidak sekedar mempersiapkan segala sesuatu yang terbaik untuk dibawa kepada TUHAN. Tetapi lebih daripada itu, dia "menggenapi"nya dengan menerobos rasa malu yang sudah di depan mata.

Seperti kita tau, dia dikenal sebagai seorang wanita pendosa, seorang WTS tingkat tinggi yang mungkin langganannya sudah begitu banyak di kota tsb sehingga banyak orang mengenalnya.
Mungkin ibu-ibu / wanita-wanita akan mencibirnya, orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat akan menghakiminya.
Mungkin saat itu, pergumulan batinnya merebak beberapa waktu sebelum berani datang kepada TUHAN.

Kala itu, ketika Simon Farisi cs mengumumkan pengumuman kehadiran TUHAN YESUS di rumah, ada peperangan bahtin yang dirasakannya, maju atau tidak? Tapi akhirnya dia berhasil untuk mengatasi ketakutannya. Ketakutan seringkali menjadi halangan kita di dalam mengikuti TUHAN.
Seringkali perasaan kita menipu kita kalau2 ketika kita ikut TUHAN, ada harus banyak yang kita korbankan. Sudah ada di dalam benak kita, waktu kita akan tersita, uang kita, karir kita, bahkan "harga diri" kita di depan TUHAN. Padahal kita tau, apa yang kita korbankan tidak pernah akan cukup untuk membayar apa yang telah TUHAN YESUS lakukan terhadap kita.

Kita tidak pernah sampai mencucurkan darah kita di atas kayu salib bukan?????

Saudara-saudara, di dalam ketakutan, tidak ada kasih. Kasih yang sempurna akan melenyapkan ketakutan. (1 Yohanes 4:18)

Justru kasih itu akan membuat kita berani.

Kecintaan akan menimbulkan keberanian, itu yang ditunjukkan Maria Magdalena saat itu. Dan itupun yang ditunjukkan oleh para rasul yang meninggalkan segalanya di dalam mengikuti TUHAN YESUS.
Barnabas di Kisah Para Rasul pun melakukan tindakan ini.

Itu juga adalah tindakan real TUHAN YESUS ketika Dia putuskan untuk menanggung penderitaan di atas kayu salib untuk membayar lunas dosa-dosa yang telah kita lakukan karena kecintaanNya pada umat manusia.

Itu juga prinsip Kerajaan Sorga:


Matius 13:45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.
Matius 13:46 Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."


Apakah kita mempunyai prinsip seperti itu juga?


3a. Datang Kepada TUHAN Dengan Penuh Kerendahan Hati

Di artikel sebelumnya, Simon Farisi cs tidak mengundang TUHAN YESUS dengan sikap hati yang benar. Dia bukan saja menyombongkan diri ketika mengundang YESUS, tapi juga berniat mempermalukan TUHAN YESUS.

Tidak halnya Maria Magdalena, wanita ini bukan hanya datang mempersiapkan segala yang terbaik ataupun hanya datang dengan penuh keberanian, tapi dia juga datang dengan sikap hati yang benar, yaitu dengan merendahkan diri di hadapan TUHAN.

Karena menyadari kenajisan di masa lalunya, Maria Magdalena datang mungkin "tanpa disadari" oleh Yesus, mungkin tidak berani menghadap muka TUHAN YESUS. Kita bisa membayangkan saat itu, dia datang membungkuk dan sasaran pertama adalah kaki TUHAN YESUS. Dia berdiri di belakang TUHAN YESUS, bahkan sambil menangis..


Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya... (Lukas 7:38)


Air mata sering berbicara banyak makna. Orang yang sedih bisa mengeluarkan air mata,contohnya orang yang diputuskan oleh kekasih atau ditinggalkan mati oleh orang yang dikasihi. Itu adalah bentuk ratapan.
Air mata juga bisa keluar karena rasa sakit badani maupun ekspresi sakit hati. Bahkan air mata bisa keluar karena hanya akting ataupun mungkin karena memang lagi sakit mata atau karena sedang mengupas bawang.

Tapi air mata yang ditunjukkan oleh Maria Magdalena adalah bentuk ucapan syukur yang berlimpah-limpah atas pengampunan yang diterimanya. Ketika pertama kali saya secara pribadi menerima TUHAN YESUS, air mata yang saya keluarkan tidak terbendung oleh apapun, bahkan sambil terisak-isak tidak henti-hentinya.

Itu adalah air mata bahagia.Saya merasa dosa saya yang menumpuk puluhan tahun diampuni. Seperti halnya seorang yang telah dipenjara puluhan tahun karena tindakan pidana, seseorang ketika dilepaskan, ada yang melampiaskannya dengan bersujud di luar penjara, ada pula yang ke laut mencopot pakaiannya sambil berteriak "I'm free right now!" dan masih banyak ekspresi lainnya.

Semakin banyak menerima pengampunan, semakin banyak air mata yang dikeluarkan (itu menurut pendapat saya pribadi ! saya tidak tau apakah ini juga yang dirasakan anda).Maria Magdalena membasahi kaki TUHAN dengan air mata tersebut. Bahkan dengan rambutnya, kemudian dia mengeringkan kaki TUHAN.

Rambut adalah mahkota kepala bagi seseorang perempuan. Kaki YESUS yang tidak dicuci saat itu (krn tidak disediakan air pembasuhan oleh Simon si Farisi) dibersihkan dengan air mata dan rambut Maria Magdalena.

Tidak mudah untuk melakukan perkara seperti itu bagi seorang wanita. Kita tidak tau lantai rumah yang dimiliki oleh Simon si Farisi waktu itu, tetapi pada umumnya, rumah pada saat itu tidaklah dilapisi dengan batu pualam yang indah-indah. Mungkin hanya istana pejabat Romawi saja yang dilengkapi dengan batu pualam. Batu-batu sejenis itu sangat mahal.

Setelah keringpun, Maria terus mencium kaki TUHAN YESUS, apakah anda datang kepada TUHAN setiap hari dengan sikap hati spt itu?
Pemazmur berkata:


Mazmur 2:11 Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar,
Mazmur 2:12 supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!


Simon si Farisi sebagai seorang normal seharusnya tersentak dengan perbuatan Maria Magdalena yang spt itu. Dari Yesus masuk ke rumah sampai makan, tidak disediakan pada Yesus air pembasuhan yang seharusnya disediakan bagi tamu sebelum masuk ke rumah. Apakah Simon lupa? Seharusnya tidak, orang Farisi jenis ini adalah orang yang selalu memperhatikan penampilan luar. Penjaga adat istiadat yang sangat fanatik.

Bahkan tidak sampai di situ saja apa yang dilakukan Maria Magdalena, ia meminyaki kaki Yesus dengan minyak wangi, sebuah hal yang nampaknya sia-sia saja.
Sebenarnya dengan air biasa saja sudah cukup kalau kita pikir-pikir. Sebuah perbuatan yang sia-sia,toh nantinya akan kotor lagi ketika melangkah beberapa pijakan. Tapi itu adalah bentuk penghormatan dari seorang yang merendahkan diri serendah-rendahnya,


3b. Merendakan diri kepada TUHAN di Hadapan Manusia & Deklarasi Iman

Merendahkan diri kepada TUHAN bukan berarti kita harus berdoa dengan cara Farisi yang beribadah dengan perkataan yang bertele-tele di persimpangan jalan.
Di saat ini pun kita trus menyaksikan orang bahkan sampai bersujud sampai mencium tanah, memakai atribut agama yang mencolok, mengulang-ulang doa yang sama.
Itu memang keliatannya baik di mata TUHAN, tapi bukan itu hal yang esensial di mata TUHAN. Tuhan melihat hati, bukan apa yang di depan mata.

TUHAN YESUS sendiri mengajarkan apabila kita berdoa, lebih baik kita mengunci pintu dan berdoa, maka Bapa di sorga akan memberikan reward.
Tetapi adalah tanggung jawab setiap pribadi Kristen untuk mendeklarasikan iman kita kepada TUHAN di depan umum.

Mengakui TUHAN YESUS di depan umum bukanlah pekerjaan yang mudah, bahkan kita siap untuk menerima penghinaan. Mengakui TUHAN YESUS di depan seseorang saja
kadang-kadang membutuhkan "penyangkalan" diri yang sungguh-sungguh luar biasa. Kita bisa dibilang fanatik ataupun dianggap orang aneh di lingkungan di mana tidak banyak orang seiman dengan kita.
Apalagi di akhir zaman spt ini.

Salah satu cara mendeklarasikan iman di depan umum bukan berarti berteriak-teriak "I'm Christian"... "Saya seorang pengikut Yesus".
Melalui baptisan adalah cara yang tepat yang pernah dicontohkan oleh TUHAN YESUS.
Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis adalah bentuk "adjustment" bahwa Dia ingin tinggal bersama-sama dengan kita yang berdosa, walaupun Dia tidak berdosa, seperti kita tau baptisan Yohanes adalah baptisan pertobatan.

Di kisah Perjanjian Lama, Raja Daud adalah contoh dari seorang raja yang berani merendahkan diri kepada TUHAN di depan rakyatnya.
Adalah hal yang tidak mudah "menelanjangi" diri di depan umum, bahkan istrinya sinis dengan apa yang dikerjakan oleh Raja Daud. Tapi Daud tidak peduli, bahkan dia rela melakukan hal yang lebih ekstrim hanya untuk TUHAN. Itulah sebabnya TUHAN ALLAH begitu berkenan kepada Daud sehingga dia disebut orang yang berkenan di hatiNya.

Para rasul di pelayanan mereka pun melakukan perkara yang sama, rasul Petrus dan Yohanes, rasul Paulus merupakan contoh lainnya. Dan jika kita baca di Alkitab, saya pun yakin anda bisa menemukan beberapa tokoh lainnya.

Maria Magdalena juga melakukan hal yang sama, di depan umum, apalagi di depan Farisi, dia tidak segan-segan melakukannya.
Bahkan sebenarnya kalau peka, Simon Farisi harusnya malu dengan apa yang dilakukan oleh Maria Magdalena. Sungguh ini adalah pelajaran yang mahal bagi seorang yang memahami hukum spt dia. Seharusnya pada saat itu dia mengoyakkan badan dan menaruh abu di atas kepalanya, tapi dia mencibir dalam hati.

Saudara-saudara, jika kita malu untuk mendeklarasikan iman kita, pada hakekatnya kita sudah menyangkal Dia yang telah mati untuk kita. Bahkan Dia tidak malu menanggung malu di atas kayu salib.


Lukas 9:26 Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus.


Iman kita harus dibuktikan dengan perbuatan !


Pesan Akhir

Simon si Farisi dkk mendapatkan pelajaran yang berharga dari sikap hati Maria Magdalena, seperti tim sepakbola yang dipermalukan di kandangnya sendiri oleh tim "underdog".
Sikap hati merendahkan diri kepada TUHAN yang diperlihatkan Maria Magdalena berhasil "mempermalukan" Simon si Farisi dkk.

Pada akhirnya TUHAN YESUS begitu mengasihi keluarga Maria Magdalena.. kita bisa baca di Injil Yohanes.
Dan kita tau, pada akhirnya Maria berani mengundang Yesus makan bersama keluarganya dan kembali mengurapi TUHAN, bukan lagi sekedar kakiNya, tapi dari kepala sampai dengan kakiNya, itupun bukan lagi sebagai pribadi yang berdosa, tetapi pribadi yang sudah dipulihkan dan dilayakkan oleh TUHAN. Dan pujian dari TUHAN YESUS adalah :

"Matius 26:13 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."

Minggu, 17 Mei 2009

"Ikutlah Aku" Atau Kamu Akan Terlewatkan !



Prakata



Saudara-saudara, dari kedua murid kesayangan Yesus Kristus, sebagian besar seperti yang tertulis di Injil menceritakan sebuah respon yang baik kepada TUHAN YESUS.
Petrus, Andreas, Yohanes, Yakobus adalah beberapa contoh dari orang-orang yang berani MENGAMBIL KEPUTUSAN di dalam hidup mereka. Meskipun pada saat tangkapan ikan yang banyak mereka dapatkan (DENGAN BANTUAN TUHAN YESUS), mereka tidak terfokus dengan hasil tangkapan yang besar.
Mereka tidak menjadi RAKUS oleh tangkapan ikan yang HAMPIR MEROBEKKAN JALA.

Secara manusiawi, tentu sebenarnya mereka bisa saja menjadi terfokus kepada materi dan tidak bersedia ikut TUHAN YESUS.
Tapi mereka memilih KEPUTUSAN YANG TEPAT, mereka justru meninggalkan tangkapan ikan yang banyak, dan membiarkan orang lain yang menikmati HASILNYA.

Di Alkitab PL, nabi Elisa juga merupakan sebuah contoh PENGAMBIL KEPUTUSAN YANG TEPAT. Nabi Abraham, bapa beriman JUGA MENJADI SEORANG TELADAN yang sangat baik.
Musa menjadi tokoh selanjutnya, dan masih banyak lainnya lagi.

BAGAIMANA DENGAN KITA?

Sebagaimana kita tau, HARTA merupakan batu ujian yang paling berat di setiap kehidupan manusia, bukan hanya orang Kristen.
Yudas terjatuh di dalam kasus ini dan konsekuensinya sangat besar, neraka adalah HARGA yang harus dibayar karena PENYEMBAHAN TERHADAP MAMON.
Padahal kemah abadi sudah disediakan untuknya yang dipersiapkan sendiri oleh TUHAN YESUS.


Kisah Para Rasul 1:20 "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain.


Tuhan tidak pernah melarang kita hidup dalam kekayaan. Salomo adalah contoh orang yang diberkati dalam hal finansial.
Tetapi yang harus diperhatikan adalah kita tidak boleh MELEKAT kepada HARTA. Ingat, dimana hartamu berada, di situ hatimu berada.
Tuhan tidak mau diduakan. Kita mesti memilih, MAMON atau TUHAN??


Zakheus



Harta yang didapatkan tidak dengan cara yang tepat akan membawa manusia ke ujung malapetaka. Tetapi pengampunan TUHAN tetap berlaku asalkan ada keputusan untuk bertobat daripada dosa-dosa tersebut.
Zakeus mengambil jalan yang tepat, dia malahan bersiap "RUGI"dan konsekuensinya dia jatuh miskin untuk membayar sebuah harga pertobatan.

Luk 19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."


Tetapi apa yang didapatkannya kembali sangat sepadan dengan KEPUTUSANNYA tsb.

Luk 19:9 Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.


Ketika niat hatinya untuk mencari YESUS saja, TUHAN YESUS sudah memperhitungkannya sebagai sebuah kebenaran. Seorang pria pendek berhasil memanjat pohon yang tinggi hanya untuk melihat wajah sang Juruselamat.

TUHAN YESUS MENUMPANG di rumahnya ! TUHAN YESUS tidak hanya duduk dan makan di rumah Zakheus.


Luk 19:5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."


Zakheus adalah salah satu contoh orang tidak terlewatkan oleh rawatan TUHAN YESUS menjelang hari-hari terakhirNYA di dalam karir pelayananNYA di dunia.
Pada saat itu, Yesus yang sebenarnya hanya melewati YERIKHO untuk menuju ke YERUSALEM diikuti berbondong-bondong keramaian orang,

Saat ini ketika kedatangan TUHAN YESUS yang semakin dekat, ketika ALLAH melawat umatNya di hari-hari terakhir, apakah kita juga mempunyai sikap hati seperti Zakheus yang dengan segala daya upaya untuk mendapatkan TUHAN YESUS.
Apakah kita berani untuk mempertaruhkan kehormatan, kekayaan, kenyamanan dan harga diri kita demi BERTEMU TUHAN YESUS? Apakah kita juga akan mengundang DIA ke dalam hati kita dengan bersungguh-sungguh?

Ingat, untuk orang yang sekarang suam-suam kuku, Dia sedang mengetuk pintu hatimu !
Apakah kita membiarkan pribadi yang telah disalibkan untuk kita BERDIRI DI LUAR? Membiarkan DIA kedinginan?


Wahyu 3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.


Saudara-saudara, jangan sampai DIA kemudian mencari "TUMPANGAN" lain dan anda dilewatkan ! Kalau ada kesempatan kedua, puji TUHAN, tetapi kalau tidak, jangan salahkan TUHAN.

Yesaya 55:6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!


Matius



Sekarang mari kita belajar dari kisah hidup, Matius alias Lewi anak Alfeus adalah orang yang juga cukup beruntung dan membuat satu keputusan yang tepat.
Seringkali orang yang hidup di dalam dosa, mereka sangat sukar sekali untuk berani ambil keputusan untuk mengikuti YESUS kalau mereka tidak dalam keadaan yang "terjepit".
Tetapi ketika semua sudah habis, barulah mereka datang mencari TUHAN dengan sungguh-sungguh.

Tidak sama halnya dengan Lewi si pemungut cukai. Saat dipanggil untuk mengikuti TUHAN YESUS, dia masih bergelimangan harta dari dosa-dosanya. Mungkin saat itu Lewi alias Matius sedang menghitung jumlah hasil
pemerasannya terhadap rakyat. Uang yang ada di tangannya pastilah berjumlah besar. Sama halnya dengan Zakheus, profesi mereka dianggap sebagai PENGKHIANAT BANGSA.

Ketika Yesus berjalan lewat di "depannya" dan memanggilnya dengan perkataan yang penuh challenge : "IKUTLAH AKU", dia langsung BERDIRI dan MENGIKUTI YESUS.
MUNGKIN KESEMPATAN KEDUA TIDAK AKAN TERJADI LAGI KALAU MATIUS TIDAK MENANGGAPI PANGGILAN TUHAN YESUS. Saudara-saudara, TUHAN YESUS tidak banyak basa-basi pada saat itu !!!
YESUS hanya berjalan melewatinya dan mengeluarkan hanya sepotong kalimat yang pendek.

Saat ini ketika para penginjil, teman-teman, saudara-saudaramu mengabarkan Injil kepada anda, bahkan mereka mungkin sampai mengorbankan waktu, mengeluarkan biaya, merendahkan diri mereka hanya untuk membawa anda kepada YESUS KRISTUS,
anda seharusnya menanggapi panggilan SORGAWI ini dengan cepat. Jangan sampai kesempatan demi kesempatan terbuang percuma, waktu semakin sempit, dunia semakin jahat, usia kita semakin bertambah tua...
Jangan menjadi orang Kristen yang suam-suam kuku juga jikalau saat ini anda yang walaupun berlabelkan Kristen, namun masih menyimpan dosa dan sedang dililit oleh Mamon.

Dampak dari keputusan Matius ini sangat besar, orang-orang seprofesinya dimenangkan, bahkan orang-orang berdosa lainnya (profesi lain, jenis dosa lainnya) pun bergabung MAKAN bersama TUHAN Yesus Kristus.

Ikutlah pilihan Yosua, maka sekeluargamu juga akan diselamatkan karena pilihanmu:

Yosua 24:15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"


Keputusanmu hari ini akan menentukan kehidupanmu selanjutnya dan kehidupan orang di sekitarmu!

Kamis, 14 Mei 2009

Janda Miskin dan Nabi Elisa - Bagian #1 (Sikap Hati dan Rasa Tanggung Jawab si Janda)


Nabi Elisa merupakan seorang penerus dari Nabi Elia. Dari kehidupan tokoh Alkitab ini, kita bisa belajar banyak, terutama keberaniannya untuk meninggalkan zona nyamannya sebagai anak orang kaya. Seperti halnya Petrus, Andreas, Yohanes dan Yakobus ketika dipanggil menjadi murid oleh TUHAN YESUS, Elisa pun berani meninggalkan kehidupan makmurnya untuk mengikuti nabi Elia yang pelayanannya sangat berat.

Karena sikap hatinya tsb, maka nabi Elisa dipakai oleh TUHAN sebagai hamba TUHAN yang luar biasa. Mukjizat demi mukjizat dilakukannya tentunya dengan bantuan TUHAN. Kali ini saya ingin membahas mengenai kisah seorang janda, menantu dari hamba TUHAN yang telah meninggal yang meminta pertolongan kepada nabi Elisa.

Latar belakang dari peristiwa ini berada di zaman raja Yoram, anak Ahab, raja Israel.

Kehidupan pada zaman itu tidak terlalu berbeda dengan masa kini di mana-mana orang-orang yang benar malah tidak mendapatkan tempat, justru nabi-nabi palsu dan orang-orang yang tidak mempunyai hati yang baik yang memegang tampuk pimpinan, apalagi di negeri Israel Utara yang berkedudukan di Samaria. Dengan keadaan itulah, TUHAN Allah menggunakan nabi-nabinya yang dahsyat seperti Elia dan Elisa untuk menegur dan menunjukkan kekuasaanNya menghadapi nabi Baal dan dewa-dewa lainnya.

Karena kepemimpinan yang buruk itulah, sering terjadi bahaya kelaparan, kemiskinan dimana-mana, harga barang naik melambung tinggi, bahaya penyakit timbul sebagai dampak dari kedurhakaan raja-raja. Bahkan kisah tragis muncul di mana-mana, ada kanibalisme keluarga yang terjadi:


"2 Raja-raja 6:29 Jadi kami memasak anakku dan memakan dia. Tetapi ketika aku berkata kepadanya pada hari berikutnya: Berilah anakmu, supaya kita makan dia, maka perempuan ini menyembunyikan anaknya." "


Hal yang tidak jauh berbeda terjadi dengan janda dari seorang anak dari HAMBA TUHAN. Wow.. seorang dari keluarga hamba TUHAN bisa juga mengalami hal tsb. Hamba TUHAN yang ini bukan hamba TUHAN yang sembarangan, dia adalah orang yang takut akan TUHAN. Bagaimana mungkin itu terjadi?

Dibenak anda, mari kita coba kupas,sebenarnya apa yg terjadi?
Kemungkinan yang terjadi mungkin saja:

1. Memang keadaan ekonomi yang buruk, tanggungan hidup yang besar
2. Nabi-nabi yang bersih hati disingkirkan oleh raja yang tidak baik digantikan dengan nabi palsu, padahal kalau di lihat dari latar belakangnya, janda ini harusnya masih menjadi elit keluarga Istana.
3. Pengeluaran keluarga yang terlalu boros, mungkin saja bukan

Dari ketiga kemungkinan yang terjadi, tidak akan mengubah konteks bagaimana Allah turut bekerja di dalam segala hal yang mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia yang terpilih sesuai dengan rencanaNya. Amin.

Satu hal yang baik dari janda miskin ini adalah dia datang kepada nabi TUHAN. Kita harus meneladani keputusan yang diambil oleh janda tersebut. Banyak kali kesempatan kita justru tidak mencari TUHAN di dalam hidup kita ketika mengalami masalah, tetapi kita justru mencari dunia, mengusahakan segala sesuatu dengan kekuatan kita, dengan cara kita. Mungkin saja dulunya janda ini telah berusaha dengan kekuatan pribadinya, mungkin si janda datang kepada keluarganya. Seharusnya jikalau masih ada pria dari pihak keluarga pria yang belum menikah, wajib menebus si janda (itu menurut hukum Taurat).

Ya semua mungkin sudah dilakukan sampai pada akhirnya dia menyerah dan datang kepada TUHAN ketika apa yang tertinggal hanya sebuah buli-buli dan minyak di dalamnya.
Bagi TUHAN Allah yang baik, itu tidak menjadi masalah, yang penting kita mau datang kepadaNya, seburuk apapun keadaan kita, Dia tetap menganggap kita berharga dimataNya. Kisah anak yang hilang (Lukas 15:11-32) juga cukup
menggambarkan kasih Allah pada anak-anakNya, anak yang bukan hanya sesat, tapi sudah hilang, ketika anak itu benar-benar berniat balik, di tengah perjalanan bapanya sudah menyongsongnya, apalagi Bapa kita yang di sorga.

Saat ini, keadaan kita tidak lebih buruk daripada janda di kisah di atas, kita setidaknya masih bisa tinggal di rumah yang cukup layak, mempunyai tabungan di bank, bisa makan 2-3x sehari, tidak ada hutang.
Bayangkan saudara-saudara, janda miskin ini mempunyai hutang yang besar, sehingga kedua anaknya menjadi taruhannya. Di hukum Taurat mengatur bahwa jika seseorang berhutang kepada orang lain dan tidak mampu membayar, anaknya wajib diserahkan sebagai budak dari yang memberikan hutang.
Allah bukanlah Allah yang jahat, tetapi hukum ini mengatur untuk mendisiplinkan bangsa Israel yang dianggapNya sebagai anak untuk hidup dengan baik, toh ketika semua umat Israel masuk tanah Kanaan, semua sudah dijamin, bahkan sebelum masuk ke tanah Kanaan pun, hidup mereka sudah dijamin dengan berbagai tanda-tanda ajaib dari sorga lewat Musa, hamba Allah yang setia.
Walaupun begitu, dari sudut pandang pemberi hutang, seharusnya mereka tidak berlaku tidak adil juga kepada si janda jikalau kita membaca hukum Taurat, tetapi kita tidak membahas dari sisi penagih hutang.

Satu poin plus dari sikap janda inilah adalah, dia masih mempunyai tanggung jawab terhadap kedua anaknya. Jika dia tidak melakukan sesuatu, pasti kedua anaknya akan diambil paksa menjadi budak. Bayangkan jika itu menimpa anda.
Moral dari si janda pun patut kita acungkan jempol. Berbagai alternatif bisa dilakukannya dengan cara kemanusiaannya. Beberapa kemungkinan juga bisa diambilnya yang tidak sesuai dengan prinsip TUHAN.

1. Dia bisa saja menjual dirinya sendiri menjadi pelacur.
2. Dia bisa saja merelakan anak-anaknya untuk lepas dari tanggung jawab.
3. Dia bisa menjual kedua anak-anaknya, kemudian baru itu, melunaskan hutangnya.
4. Dia mungkin saja melakukan bunuh diri, cara yang cukup logik di masa itu.

Tapi saudara-saudara, si janda tidak melakukan alternatif2 yang "bodoh" di atas, setidaknya masih ada tanggung jawab baik secara moral, sosial dan historis yang dia pegang di dalam hidupnya.
Bagi orang yang hidup di zaman modern ini yang seharusnya berpikir lebih maju dari si janda, lebih banyak orang menempuh jalur yang lebih primitif dari si janda.

Seperti kita tau, keputusan si janda adalah menemui Elisa, hamba TUHAN yang besar itu. Pilihan yang sangat tepat ! Mencari Firman TUHAN !
Firman TUHAN adalah solusi yang tepat, saudara-saudara, jika ada masalah, datanglah kepada TUHAN, terutama jika anda dewasa secara rohani, baca Firman TUHAN, tetapi jika anda masih bayi rohani,
anda bisa mencari pemimpinmu yang ditunjuk TUHAN. Cari gembalamu jikalau ada. Gembalamu yang baik tidak akan mengambil keuntungan dari anda, jikalau memang dia gembala yang baik.
Ketika si janda itu kembali kepada nabi Elisa melaporkan hasilnya, nabi Elisa tidak meminta apa-apa.

Pada akhirnya, ketika si janda taat mengikuti petunjuk Elisa, maka mukjizat pun terjadi, hutang terlunaskan, bahkan kehidupannya dicukupkan, dia beserta kedua anak-anaknya.


2Ki 4:7 Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."


Di bagian lain, akan saya ulas dari cara pandang berbeda Firman ALLAH yang luar biasa ini !!!!
Semoga Memberkati