Kamis, 17 November 2011

Pengharapan Sejati

Adalah wajar jika di dalam hidup seseorang mempunyai sesosok figur yang dikaguminya, bahkan menjadi panutan di dalam hidupnya. Manusia setelah jatuh ke dalam dosa yang sudah tidak dapat secara langsung bersekutu bersama TUHAN Allah diberikan seseorang yang menjadi perwakilan TUHAN di dunia. Orang tua adalah wakil sah TUHAN Allah di dunia yang sementara ini yang sebenarnya bertanggung jawab untuk membawa anaknya kembali kepada TUHAN.

Secara fakta, justru hal ini hasilnya malahan bertolak belakang, justru banyak orang tua dewasa ini menjadi batu sandungan buat anak-anak mereka percaya kepada TUHAN. Kegagalan rumah tangga menjadi penyebab hilangnya figur orang tua, baik papa maupun mama di mata anak yang membutuhkan teladan. Karena itulah, anak-anak yang tidak menemukan figur teladan orang tua seringnya tumbuh mencari figur idola di luar keluarga. Setan yang selalu ingin tampil menjadi pahlawan kesiangan seringkali "berhasil" untuk menciptakan figur-figur hero dan superhero yang semakin lama semakin membuat dunia terpikat. Satu per satu figur pahlawan dimunculkan untuk meracuni dunia ini, dan akhir kisah, manusia menjadi susah untuk percaya kepada TUHAN.

Gambaran sosok idola yang mengisi jiwa mereka membuat keamanan palsu di dalam jiwa mereka walaupun di dalam sanubari terdalam, mereka sebenarnya tidak menemukannya.
Jika di dunia setan menciptakan ribuan bahkan mungkin jutaan tokoh idola yang berhasil menggait dan menyesatkan banyak orang, di dunia rohani, seharusnya ada jawaban bagi persoalan ini.

Para hamba TUHAN selayaknya menjadi contoh dan teladan untuk membawa jemaat-jemaat untuk hanya bergantung kepada TUHAN Allah semata-mata. Faktanya, masih ada banyak hamba TUHAN yang justru menjadi idola bagi jemaat-jemaat di samping TUHAN. Seharusnyalah tidak terjadi di gereja TUHAN.

Semua orang Kristen mesti sadar, di dunia yang sementara ini, tidak ada yang ideal. Jikalau seseorang menggantungkan hidupnya kepada manusia lain, dipastikan bahwa orang tersebut akan mengalami kekecewaan total. Meletakkan ekspektasi yang tinggi terhadap seseorang akan membuat orang tersebut menetapkan standard-standard yang tinggi terhadap orang yang dikaguminya sehingga jika ada sedikit saja kekeliruan yang dilakukan orang yang diidolakan tersebut, perasaan kagum tersebut akan runtuh dalam sekejap.

Di Alkitab, orang-orang Israel begitu mengidolakan Abraham, Musa dan Daud sampai sekarang. Di kekristenan, banyak orang mengidolakan Petrus dan Paulus karena kedua sosok ini diyakini sebagai ujung tombak perintisan gereja awal. Petrus rasul orang Yahudi, Paulus rasul orang non Yahudi. Begitu banyak peristiwa fenomenal yang terjadi, yang keliatannya adalah karena kehebatan kedua rasul tersebut. Satu momen yang paling dianggap sebagai salah satu peristiwa yang paling bersejarah bagi gereja adalah peristiwa pertobatan massal di Yerusalem.

Pada saat itu, pengkhotbahnya adalah "Petrus sang nelayan". Sadar tidak sadar, orang akan berkata bahwa Petrus itu dahsyat. Ya, dia memang dahsyat, tetapi saya secara pribadi sangat meyakini bahwa peristiwa pertobatan massal tersebut hanyalah bagian puncak dari rangkaian acara-acara yang telah dirancang oleh TUHAN Allah.

Setelah lebih dari 4 abad orang Israel tidak dilawat oleh TUHAN melalui nabi-nabi yang menyampaikan Firman TUHAN, maka yang memecahkan kebuntuan tersebut adalah Yohanes Pembaptis. Seruannya di padang gurun yang telah membawa banyak pertobatan adalah peristiwa yang memulai rangkaian acara yang telah disusun oleh Tuhan Allah untuk membawa pertobatan demi pertobatan yang terjadi di zaman gereja mula-mula. Begitu banyak orang yang datang dari berbagai pelosok di Yerusalem menandakan pra-sejarah gereja. Dari rakyat jelata sampai kepada orang Farisi, banyak orang yang mulai membuka hati yang ditandai dengan baptisan air di sungai Yordan.
Kemudian di zaman yang sama, muncul Yesus dari Nazaret yang kemudian melanjutkan estafet acara yang dirangkaikan oleh TUHAN Allah. Justru karya-karyanya yang selama 3,5 tahun itulah yang menjadi bagian inti yang tidak boleh dilupakan. Pengabaran Injil melalui pengajaran serta tanda-tanda dan mukijzat yang dilakukan oleh Yesus semakin membuka hati dan pikiran orang-orang Israel tentang Mesias yang dijanjikan di dalam kitab Suci. Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa walaupun terjadi pro dan kontra, banyak orang Israel yang mulai membuka hatinya terhadap Yesus. Ratusan bahkan ribuan orang yang selalu berbondong-bondong mengikutiNya untuk melihat, mendengar dan merasakan pengajaran dan mendapatkan mukjizat semakin membuat pengabaran Injil tidak hanya menetap di Yerusalem. Injil tersebar pertama kali bukan orang para rasul, tetapi oleh 3 orang majus dari timur yang kembali ke daerah asal mereka. Kesaksian tentang lahirnya Mesias pastilah telah menaburkan benih-benih iman di dalam hati orang-orang yang dianggap kafir oleh orang Yahudi. Para pesakitan yang disembuhkan dari sakit penyakit juga telah menjadi pengabar-pengabar Injil yang sesuai.
Itulah sebabnya ada beberapa orang yang disembuhkan dari penyakit dan dilepaskan dari setan tidak diizinkan oleh Yesus untuk mengikuti diriNya ke Yerusalem, tetapi justru dimintai kembali ke daerah-daerah asal supaya menjadi kesaksian. Dari skenario-skenario tersebut semakin memperjelas bahwa sudah berbagai persiapan yang telah dikerjakan oleh TUHAN Allah terhadap petobat-petobat yang akan menerima Yesus Kristus sebagai TUHAN telah dimulai dan dilaksanakan.

Peristiwa di Golgota adalah peristiwa yang paling penting walaupun diselimuti dengan kisah dramatis yang berujung kepada penyesalan hati para penyiksa dan para penghujat yang memintai Yesus untuk disalibkan.
Terbukti setelah kematianNya di atas kayu salib, banyak sekali orang yang menyesal sambil memukul dada mereka. Ada juga mulut yang mengaku bahwa "Dia adalah orang benar". Benih-benih pertobatan mulai nampak setelah kisah dramatis tersebut.
Diperkuat lagi dengan kebangkitanNya dari kematian semakin menambah vitamin iman bagi Petrus dan kawan-kawan untuk semakin tidak ragu akan keTUHANan Yesus. Rentetan peristiwa inilah yang membuat Petrus keliatan dahsyat dan mampu untuk mempertobatkan ribuan jiwa dalam satu hari. Tetapi secara tidak sadar, ada sutradara terbesar yang mendalangi kedahsyatan Petrus. Dan jangan kita lupa pula bahwa ada seorang pribadi yang berkuasa di dalam diri Petrus, yaitu Roh Kudus yang memenuhi nelayan ini sehingga secara tidak sadar orang mengangkat dua jempol buat dirinya.

Dari peristiwa inilah, kita mendapatkan contoh bahwa manusia jangan hanya bersandar kepada hal-hal yang keliatan dan juga kepada manusia lainnya. Paulus pun menegur jemaat Korintus yang mulai mengalami perpecahan dengan mulai mengidolakan dirinya dan Apolos. Biarlah mata kita selalu hanya memandang kepada Yesus Kristus yang telah diberikan oleh Allah Bapa sebagai satu-satunya panutan kita.
Dia adalah pokok keselamatan kita karena Dia telah menjadi teladan yang sempurna bagi semua orang percaya.

Untuk itulah saudara-saudaraku, mari senantiasa kita hanya meneladani apa yang baik dari figur-figur yang kita "idolakan", tetapi tidak menjadikan mereka sebagai "idola sejati".
Pengharapan kepada manusia mengecewakan, tetapi pengharapan kita tidak sia-sia, karena Roh Kudus yang bekerja di dalam diri kita.

Hanya Dialah yang layak mendapatkan penghormatan dan penyembahan dari kita semua, Allah Bapa yang telah mengirimkan anakNya yang tunggal kepada dunia dan kepada Yesus Kristus yang layak menerima puji-pujian dari kita semua.
Amin.

Pengharapan Sejati

Adalah wajar jika di dalam hidup seseorang mempunyai sesosok figur yang dikaguminya, bahkan menjadi panutan di dalam hidupnya. Manusia setelah jatuh ke dalam dosa yang sudah tidak dapat secara langsung bersekutu bersama TUHAN Allah diberikan seseorang yang menjadi perwakilan TUHAN di dunia. Orang tua adalah wakil sah TUHAN Allah di dunia yang sementara ini yang sebenarnya bertanggung jawab untuk membawa anaknya kembali kepada TUHAN.

Secara fakta, justru hal ini hasilnya malahan bertolak belakang, justru banyak orang tua dewasa ini menjadi batu sandungan buat anak-anak mereka percaya kepada TUHAN. Kegagalan rumah tangga menjadi penyebab hilangnya figur orang tua, baik papa maupun mama di mata anak yang membutuhkan teladan. Karena itulah, anak-anak yang tidak menemukan figur teladan orang tua seringnya tumbuh mencari figur idola di luar keluarga. Setan yang selalu ingin tampil menjadi pahlawan kesiangan seringkali "berhasil" untuk menciptakan figur-figur hero dan superhero yang semakin lama semakin membuat dunia terpikat. Satu per satu figur pahlawan dimunculkan untuk meracuni dunia ini, dan akhir kisah, manusia menjadi susah untuk percaya kepada TUHAN.

Gambaran sosok idola yang mengisi jiwa mereka membuat keamanan palsu di dalam jiwa mereka walaupun di dalam sanubari terdalam, mereka sebenarnya tidak menemukannya.
Jika di dunia setan menciptakan ribuan bahkan mungkin jutaan tokoh idola yang berhasil menggait dan menyesatkan banyak orang, di dunia rohani, seharusnya ada jawaban bagi persoalan ini.

Para hamba TUHAN selayaknya menjadi contoh dan teladan untuk membawa jemaat-jemaat untuk hanya bergantung kepada TUHAN Allah semata-mata. Faktanya, masih ada banyak hamba TUHAN yang justru menjadi idola bagi jemaat-jemaat di samping TUHAN. Seharusnyalah tidak terjadi di gereja TUHAN.

Semua orang Kristen mesti sadar, di dunia yang sementara ini, tidak ada yang ideal. Jikalau seseorang menggantungkan hidupnya kepada manusia lain, dipastikan bahwa orang tersebut akan mengalami kekecewaan total. Meletakkan ekspektasi yang tinggi terhadap seseorang akan membuat orang tersebut menetapkan standard-standard yang tinggi terhadap orang yang dikaguminya sehingga jika ada sedikit saja kekeliruan yang dilakukan orang yang diidolakan tersebut, perasaan kagum tersebut akan runtuh dalam sekejap.

Di Alkitab, orang-orang Israel begitu mengidolakan Abraham, Musa dan Daud sampai sekarang. Di kekristenan, banyak orang mengidolakan Petrus dan Paulus karena kedua sosok ini diyakini sebagai ujung tombak perintisan gereja awal. Petrus rasul orang Yahudi, Paulus rasul orang non Yahudi. Begitu banyak peristiwa fenomenal yang terjadi, yang keliatannya adalah karena kehebatan kedua rasul tersebut. Satu momen yang paling dianggap sebagai salah satu peristiwa yang paling bersejarah bagi gereja adalah peristiwa pertobatan massal di Yerusalem.

Pada saat itu, pengkhotbahnya adalah "Petrus sang nelayan". Sadar tidak sadar, orang akan berkata bahwa Petrus itu dahsyat. Ya, dia memang dahsyat, tetapi saya secara pribadi sangat meyakini bahwa peristiwa pertobatan massal tersebut hanyalah bagian puncak dari rangkaian acara-acara yang telah dirancang oleh TUHAN Allah.

Setelah lebih dari 4 abad orang Israel tidak dilawat oleh TUHAN melalui nabi-nabi yang menyampaikan Firman TUHAN, maka yang memecahkan kebuntuan tersebut adalah Yohanes Pembaptis. Seruannya di padang gurun yang telah membawa banyak pertobatan adalah peristiwa yang memulai rangkaian acara yang telah disusun oleh Tuhan Allah untuk membawa pertobatan demi pertobatan yang terjadi di zaman gereja mula-mula. Begitu banyak orang yang datang dari berbagai pelosok di Yerusalem menandakan pra-sejarah gereja. Dari rakyat jelata sampai kepada orang Farisi, banyak orang yang mulai membuka hati yang ditandai dengan baptisan air di sungai Yordan.
Kemudian di zaman yang sama, muncul Yesus dari Nazaret yang kemudian melanjutkan estafet acara yang dirangkaikan oleh TUHAN Allah. Justru karya-karyanya yang selama 3,5 tahun itulah yang menjadi bagian inti yang tidak boleh dilupakan. Pengabaran Injil melalui pengajaran serta tanda-tanda dan mukijzat yang dilakukan oleh Yesus semakin membuka hati dan pikiran orang-orang Israel tentang Mesias yang dijanjikan di dalam kitab Suci. Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa walaupun terjadi pro dan kontra, banyak orang Israel yang mulai membuka hatinya terhadap Yesus. Ratusan bahkan ribuan orang yang selalu berbondong-bondong mengikutiNya untuk melihat, mendengar dan merasakan pengajaran dan mendapatkan mukjizat semakin membuat pengabaran Injil tidak hanya menetap di Yerusalem. Injil tersebar pertama kali bukan orang para rasul, tetapi oleh 3 orang majus dari timur yang kembali ke daerah asal mereka. Kesaksian tentang lahirnya Mesias pastilah telah menaburkan benih-benih iman di dalam hati orang-orang yang dianggap kafir oleh orang Yahudi. Para pesakitan yang disembuhkan dari sakit penyakit juga telah menjadi pengabar-pengabar Injil yang sesuai.
Itulah sebabnya ada beberapa orang yang disembuhkan dari penyakit dan dilepaskan dari setan tidak diizinkan oleh Yesus untuk mengikuti diriNya ke Yerusalem, tetapi justru dimintai kembali ke daerah-daerah asal supaya menjadi kesaksian. Dari skenario-skenario tersebut semakin memperjelas bahwa sudah berbagai persiapan yang telah dikerjakan oleh TUHAN Allah terhadap petobat-petobat yang akan menerima Yesus Kristus sebagai TUHAN telah dimulai dan dilaksanakan.

Peristiwa di Golgota adalah peristiwa yang paling penting walaupun diselimuti dengan kisah dramatis yang berujung kepada penyesalan hati para penyiksa dan para penghujat yang memintai Yesus untuk disalibkan.
Terbukti setelah kematianNya di atas kayu salib, banyak sekali orang yang menyesal sambil memukul dada mereka. Ada juga mulut yang mengaku bahwa "Dia adalah orang benar". Benih-benih pertobatan mulai nampak setelah kisah dramatis tersebut.
Diperkuat lagi dengan kebangkitanNya dari kematian semakin menambah vitamin iman bagi Petrus dan kawan-kawan untuk semakin tidak ragu akan keTUHANan Yesus. Rentetan peristiwa inilah yang membuat Petrus keliatan dahsyat dan mampu untuk mempertobatkan ribuan jiwa dalam satu hari. Tetapi secara tidak sadar, ada sutradara terbesar yang mendalangi kedahsyatan Petrus. Dan jangan kita lupa pula bahwa ada seorang pribadi yang berkuasa di dalam diri Petrus, yaitu Roh Kudus yang memenuhi nelayan ini sehingga secara tidak sadar orang mengangkat dua jempol buat dirinya.

Dari peristiwa inilah, kita mendapatkan contoh bahwa manusia jangan hanya bersandar kepada hal-hal yang keliatan dan juga kepada manusia lainnya. Paulus pun menegur jemaat Korintus yang mulai mengalami perpecahan dengan mulai mengidolakan dirinya dan Apolos. Biarlah mata kita selalu hanya memandang kepada Yesus Kristus yang telah diberikan oleh Allah Bapa sebagai satu-satunya panutan kita.
Dia adalah pokok keselamatan kita karena Dia telah menjadi teladan yang sempurna bagi semua orang percaya.

Untuk itulah saudara-saudaraku, mari senantiasa kita hanya meneladani apa yang baik dari figur-figur yang kita "idolakan", tetapi tidak menjadikan mereka sebagai "idola sejati".
Pengharapan kepada manusia mengecewakan, tetapi pengharapan kita tidak sia-sia, karena Roh Kudus yang bekerja di dalam diri kita.

Hanya Dialah yang layak mendapatkan penghormatan dan penyembahan dari kita semua, Allah Bapa yang telah mengirimkan anakNya yang tunggal kepada dunia dan kepada Yesus Kristus yang layak menerima puji-pujian dari kita semua.
Amin.

Sabtu, 01 Oktober 2011

Lahir Baru

Tanda-tanda yang mengisyaratkan seorang anak manusia akan lahir di bumi adalah adanya kontraksi hebat di dalam perut seorang wanita hamil. Adanya pemberontakan hebat di dalam perut sang wanita yang telah memeliharanya dengan kasih selama 9 bulan di dalam rahim adalah satu peristiwa natural yang mengisyaratkan bahwa si bayi sudah saatnya dilepaskan dari "belenggu" yang sekian lama mengikatnya. Ketika itulah saatnya seorang anak bayi baru keluar dari perut ibunya. Apa yg pertama kali dilakukannya adalah menangis. Adanya hirupan udara baru yg masuk ke hidungnya yang masuk ke paru-paru memberikan satu nuansa baru di jiwanya yang tidak terkatakan dan yang diungkapkan dengan isakan dan tangisan tak henti2nya. Perasaan yang terkungkung 9 bulan di rahim mamanya terlepas pada saat bantuan orang yang membidaninya membantu mengeluarkannya ataupun tanpa campur tangan bidan. Itulah saat pertama kali dirinya melihat dunia baru. Segera sesuatu itu, tali pusar atau ari-ari pun harus segera dipotong dan dibuang. Sang bayi rohani harus dibawa pengawasan seorang yang lebih dewasa , bahkan di bawa ke dalam inkubator yang bisa menstabilkan suhu badan si bayi. Hari-hari setelah itu diisi dengan susu yang paling murni, yaitu dari ASI atau air susu ibunya.

Dorongan kuasa Roh Kudus menginsyafkan manusia yg masuk ke hati manusia yg berdosa yg memberikan kesadaran kognitif memberikan kepekaan kepada hatinya sehingga menyadari betapa berdosanya kita membuat linangan air mata yang tak tertahankan.Apalagi ketika mengingat akan pemberontakan-pemberontakan yang dahulu dilakukan, perasaan sedih bercampur haru bahagia, itulah yang dirasakan pertama kali ketika jiwa manusia kembali kepada TUHAN Yang Sejati. Ada satu konfirmasi di hati yang merasa secara pasti pengampunan dari TUHAN Allah membuat hati terharu, syukur, penuh suka cita dan kedamaian... Cara pandang yang baru yaitu cara pandang sorgawi mulai menetap pertama kali di kala manusia lahir baru. Pembaharuan akal dan budi pun pertama kali mulai dimengerti. Perasaan kasih yang seperti kasihnya TUHAN Allah begitu menguasainya sehingga sepertinya tidak ada lagi yang membebani jiwanya, itulah kasih mula-mula (first love). Segera sesudah si bayi rohani menerima Yesus Kristus sebagai TUHAN dan Juru Selamat, ikatan-ikatan, konsep-konsep dan falsafah dunia harus segera "dipotong" dan "dibuang" dari pemikirannya. Seorang kristen baru harus mendapatkan "penjagaan dan pengawasan" dari orang kristen yang lebih dewasa, bahkan dibawa kepada sebuah komunitas ilahi yang bisa mengajarnya Firman TUHAN yang murni sehingga bertumbuh, berbuah dan akan nampak dari buah Roh Kudus yang muncul dari karakter-karakternya.




Minggu, 18 September 2011

Kuasa TUHAN Yang Kekal Tidak Bisa Dibatasi Oleh Manusia, Ruang dan Waktu

Pesta perkawinan di Kana adalah event yang paling bersejarah mengenai karya sang juru selamat yang agung karena dari sanalah permulaan kuasa Allah dinyatakan secara terbuka di depan manusia. Di sanalah diperkenalkan Yesus adalah sebagai Tuhan Allah secara langsung kepada Maria, murid-muridNya dan kepada para hamba yang ada di pesta. Secara tidak langsung hasil dari perbuatan mukjizatNya dinyatakan kepada pemimpin pesta, mempelai laki-laki dan perempuan, dan juga kepada para hadirin yang hadir di pesta yang mencicipi anggur terbaik. Di pesta ini, TUHAN Yesus ingin menunjukkan kepada semua orang, juga kepada pembaca bahwa Dia adalah TUHAN Allah yang mempunyai kedaulatan, tidak dibatasi ruang dan waktu, bisa memakai apapun untuk menunjukkan kemuliaanNya dan juga sifat konsistenNya yang kekal.

Dari artikel ini kita bisa memahami lebih dalam lagi sifat-sifat TUHAN yang merupakan paradoks dari sifat dan kebiasaan manusia yang selalu memandang muka, legistik dan tidak konsisten.

Ada 4 poin yang bisa kita pelajari:

1. Kuasa Tuhan Yesus Tidak Dibatasi Manusia (Tidak mendahulukan keluarga sendiri, tidak favoritism,tidak memandang muka) (Yoh 2:4)

Yoh 2:4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu?
Jesus saith unto her, Woman, what have I to do with thee?


Tuhan Yesus tidak mau dibatasi hanya oleh karena Maria adalah ibunya sendiri, maka Dia melakukan mukjizat.
Di dalam versi bahasa Inggris, Alkitab memberikan kepada pembaca sebuah terjemahkan yang benar di ayat 2:4.

Di dalam melakukan mukjizat, TUHAN tidak bisa KKN. Walaupun Maria adalah ibu jasmani dari Yesus, tetapi untuk masalah melakukan mukjizat, itu adalah masalahnya TUHAN. Manusia tidak bisa mencampuri bagian TUHAN Allah. Di dalam ayat tersebut, Tuhan memanggil Maria sebagai "woman" bukan "mother". Jadi Dia ingin memisahkan antara relasi keluarga dengan kuasa TUHAN.

Ayat ini menunjukkan kedaulatan TUHAN di atas Nepotisme manusia. Bagi Yesus, sesiapa yang melakukan kehendak BapaNya, itulah ibuNya, itulah saudaraNya laki-laki dan perempuan. Yesus melakukan mukjizat berdasarkan belas kasihan kepada keluarga dari punya hajatan. Karena kebaikan hati Maria sinkron dengan hati Allah, maka Yesus melakukan mukjizat, bukan untuk Maria, tetapi untuk keluarga mempelai. Manusia seringkali jatuh di dalam nepotisme, sering memilih berdasarkan like and dislike, tetapi TUHAN tidak. Dia memandang jauh ke hati manusia terdalam, Dia juga memandang jauh ke depan, ke masa depan seseorang.

2. Kuasa Tuhan Yesus tidak terikat ruang dan waktu (Tidak legalism) (Yoh 2:4)

Yoh 2:4 ".... Saat-Ku belum tiba."

Kasih TUHAN lebih besar daripada segala yang legalism. Karena atas dasar tidak ingin keluarga mempelai tidak dipermalukan oleh keterbatasan finansial mereka,
maka TUHAN yang walaupun belum mau untuk menunjukkan kemuliaanNya atas dasar belas kasihan tidak membatasi diriNya dengan ruang dan waktu untuk melakukan mukjizat. Manusia seringkali membatasi diri dengan aturan-aturan yang bersifat legalism, tetapi TUHAN tidak. Orang Farisi membatasi diri mereka dengan aturan hari Sabat dan adat istiadat Yahudi yang tidak Alkitab. Ketika kita sudah mengenal hati TUHAN, seharusnya orang Kristen tidak berlaku seperti orang Farisi walaupun masih seringkali kita selalu gagal. God's grace and mercy should be above law and legalism.

3. Kuasa Tuhan Yesus bisa mengubah yang terburuk menjadi yang terbaik (Yoh 2:6-7)

Yoh 2:6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.

Air pembasuhan selalu disediakan dekat pintu masuk setiap orang Yahudi untuk disediakan bagi pembasuhan kaki bagi tamu sebelum masuk ke rumah.
Tetapi karena anggur telah habis, maka air pembasuhan yang jika kita artikan adalah sesuatu yang hina itu bisa dipakai oleh TUHAN untuk diubah menjadi anggur yang terbaik.

Tuhan bisa memakai siapapun di muka bumi ini untuk dipakai menjadi alatNya. Dia bisa memakai manusia yang paling hina dan paling tidak berguna di mata manusia (asalkan mau dipakai oleh TUHAN) untuk menjadi tentara kerajaanNya. Paulus pernah menulis, yang paling hina dan tidak berarti dipergunakan untuk mempermalukan yang paling kelihatan berarti dan paling berhikmat di mata manusia.

Yesus adalah contoh yang paling sempurna, dilahirkan di kandang domba, besar jadi tukang kayu, mati sebagai yang paling terkutuk di atas kayu salib, tetapi oleh kematianNya, Dia mempermalukan manusia dengan kebangkitanNya. Contoh-contoh Di Alkitab sangat banyak: Yefta, Petrus, Maria Magdalena, dll adalah contoh dari tokoh yang tidak berarti di mata manusia, tetapi dipakai TUHAN secara dashyat. Tidak ada hak kita untuk memegahkan diri di hadapan TUHAN kecuali bermegah justru karena kelemahan kita yang mau dipakai oleh TUHAN.

Di Alkitab, Tuhan Allah bisa juga memakai keledai untuk memperingatkan Bileam. Dia juga bisa mempermalukan berhala-berhala milik orang Filistin tanpa campur tangan manusia.Dia bisa memakai bintang untuk mengarahkan tiga orang majus ke Betlehem tanpa campur tangan manusia. Dia bahkan bisa memakai tulang Elisa untuk bangkitkan orang mati.


4. Kuasa TUHAN berlaku selama-lamaNya (Konsisten) (Yoh 2:10)

Yoh 2:10 dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."

Kesalahan sangka pemimpin pesta yang mengira penyedia anggur adalah mempelai laki-laki justru memberikan penjelasan kepada kita mengenai kasih dan kuasa TUHAN yang konsisten. Pemimpin pesta mengira bahwa si penyedia anggur adalah tuan rumah, tetapi yang sebenarnya terjadi adalah anggur mereka telah habis, tetapi karena perbuatan kebesaran TUHAN Yesus, maka anggur yang terbaik tetap tersedia. Sekaligus ayat ini ingin menunjukkan kekonsistensian kasih dan kuasa TUHAN terhadap kita.

Manusia pada akhirnya mengecewakan, pada awalnya mungkin manusia bisa berlaku sangat baik dan tulus, tetapi semakin lama kita mengenal seseorang, maka suatu saat kita akan jengkel. Kita akan menemukan sesuatu kelemahan pada diri seseorang, tetapi kita tidak akan menemukan kelemahan pada sifat TUHAN.
Dialah, TUHAN kita yang satu-satunya yang tidak pernah berubah dari dulu, sekarang dan selamanya.

----


Yohanes 2:1-11
--------------
Yoh 2:1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;
Yoh 2:2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
Yoh 2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."
Yoh 2:4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."
Yoh 2:5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"
Yoh 2:6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
Yoh 2:7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh.
Yoh 2:8 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya.
Yoh 2:9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki,
Yoh 2:10 dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."
Yoh 2:11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.


Semoga bermanfaat bagi pelayanan anda.
TUHAN berkati.

Senin, 04 Juli 2011

Mengubah Kutuk Jadi Berkat

Beberapa kali saya mendengar bahwa ada beberapa pendeta, dan mungkin saja seringkali para hamba TUHAN mencoba untuk membahas topik ini. Tetapi prihatin, secara personal pernah saya dengar bahkan nonton secara visual bagaimana seorang hamba TUHAN yang cukup terkenal mengkhotbahkan topik sesuai judul di artikel ini dengan pemahaman yang sangat dangkal dan tidak nyambung. Setelah tadi merenung-renung BERKAT apa yang mesti saya bagikan kepada orang lain karena seharian saya didorong oleh Roh Kudus untuk membagikan BERKAT kepada siapapun dengan cara apapun, maka tadi setelah sambil latihan untuk kesembuhan penyakit, TUHAN memberikan hikmat untuk menulis topik MENGUBAH KUTUK MENJADI BERKAT. Karena keseringan jemaat TUHAN dicecoki dengan konsep-konsep yang tidak Alkitabiahlah yang membuat TUHAN "membebankan" saya untuk menulis hal ini (ampuni saya jika itu bukan kehendakMu yang TUHAN).

Saya yakin bahwa pandangan orang-orang Kristen yang sudah dicemari dunia ini selalu menganggap berkat harus diasumsikan sebagai sesuatu yang berwujud materi atau non-materi yang bisa memuaskan jasmani / badaniah manusia.
Secara bersamaan pula, orang Kristen juga akan memandang bahwa KUTUK itu identik dengan KEMISKINAN, PENYAKIT, KELAINAN FISIK, dll. Hal ini tidak mengherankan karena ajaran materialistik hedonis telah merasuki gereja. Karena pandangan itulah maka secara otomatis dan sadar tidak sadar, maka ajaran gereja secara perlahan-lahan menuntun "mata rohani" jemaat kepada perkara duniawi. Jika anda saat ini masih mempunyai pandangan seperti itu, maka jangan sampai suatu saat justru BERKAT yang ada pada anda saat ini bisa menjadi KUTUK buat anda.

Di dalam Alkitab, adalah sebuah contoh dari kisah pelayanan Yesus yang bertemu dengan seorang anak yang lahir buta permanen dari awalnya. Hal ini menimbulkan cemooh-cemooh di masyarakat saat itu yang menganggap anak ini lahir buta karena KUTUK. Para murid Yesus pun mencoba mencari jawaban mengenai siapa yang mesti bertanggungjawab, apakah orang tuanya yang telah menyatakan dosa atau diri anak inilah yang telah berbuat dosa. Tetapi Yesus menjawab mereka dengan bijak. BUKAN SALAH SIAPA-SIAPA. (Yoh 9:3)

Stigma di masyarakat dari zaman ke zaman tidaklah terlalu berbeda. Masyarakat dunia ini memang sedang justru DIBUTAKAN oleh ilah-ilah zaman (baca: KONSEP DUNIA) yang MEMBUTAKAN MATA ROHANI dengan mengarahkan manusia kepada perkara yang bersifat materi belaka yang sementara. Jika benar bahwa BERKAT haruslah berupa KESEMBUHAN dari KESEHATAN, mengapa Paulus tidak disembuhkan TUHAN? Apakah kita mengira bahwa TUHAN tidak bisa memakai KELEMAHAN menjadi KEKUATAN? Anda tahu sendiri jawabannya !

Sejarah menuliskan bahwa banyak sekali tokoh terkenal yang mempunyai kekurangan bahkan mengalami cacat permanen dipakai TUHAN untuk menjadi BERKAT yang tidak pernah dilupakan oleh dunia. Beethoven yang tuli bisa dipakai untuk menciptakan, mengcompose lagu-lagu klasik yang sungguh indah. Di zaman ini, ada seorang cacat bawaan yang tidak mempunyai tangan dan kaki bernama Nick Vujicic menjadi seorang motivator yang sangat sukses. Satu perkataan Nick yang sangat menyentuh perasaan saya dan orang-orang yang menyaksikan "khotbah"nya adalah :

"Saya bersyukur tidak mempunyai tangan dan kaki sehingga tidak mengalami siksaan salib seperti yang Yesus alami".

Belajar bersyukur dalam segala keadaan, itulah intinya. Tetapi bersyukur dalam keadaan yang tidak menyenangkan bukan perkara mudah. Apalagi bersyukur pada saat mengalami penderitaan siksaan seperti halnya yang Paulus rasakan pada saat menuliskan surat-surat kepada jemaat pada saat dipenjarakan. Untuk dapat memahami kenapa orang-orang seperti Nick Vujicic dan Paulus bisa mengucap syukur di dalam penderitaan dan kesengsaraan adalah MERUBAH POLA PIKIR. Pola pikir yang salah akan menganggap apa yang dialami Nick sebagai KUTUK. Ya, mungkin saja ada kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh orang tua Nick. Tetapi so what? Lantas, apakah dengan keadaan cacat fisik seorang menyebabkan orang cacat tidak bisa masuk surga? Di sinilah saya ingin memberitahukan sebuah rahasia yang bukan rahasia !

Orang yang cacat fisik justru lebih mudah masuk ke surga. Setidaknya ada keterbatasan yang membatasi mereka untuk melakukan dosa. Orang yang BUTA harus bersyukur mereka tidak punya mata untuk menyaksikan apa yang bisa membuat mereka berdosa. Mereka diizinkan untuk tidak menonton film porno atau melihat wanita/pria yang mengundang birahi.
Orang yang TULI harus bersyukur pula, mereka diizinkan untuk tidak mendengarkan kabar-kabar buruk, sumpah serapah, gosip, musik-musik yang tidak berkwalitas yang mempengaruhi alam bawah sadar mereka. Orang yang BISU harus bersyukur, mereka juga diizinkan untuk tidak mengucap kata-kata kosong seperti gosip, kutuk, sumpah serapah, fitnah, dll.

Tuhan Yesus pernah mengatakan, lebih baik orang yang tidak memiliki tubuh yang lengkap tetapi bisa masuk ke Kerajaan Sorga daripada sebaliknya.


Mat 18:8 Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal.
Mar 9:43 Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;


Manusia selalu tidak puas dengan keadaannya. Miskin sedikit mengeluh, sakit sedikit minta mukjizat. Tindakan-tindakan seperti inilah yang justru mendatangkan KUTUK bagi mereka.
Belajarlah dari orang-orang Israel di zaman Musa yang baru keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan. Satu generasi mendapatkan KUTUK yang didatangkan oleh mereka sendiri, bukan TUHAN. Rencana TUHAN Allah buat mereka adalah membawa mereka masuk ke tanah Perjanjian.

Jika mata rohani seseorang dibutakan oleh konsep pengajaran yang salah, maka mereka akan menjadi pribadi yang tidak bertanggungjawab dan lari dari realita kehidupan.
Akibatnya, sedikit-sedikit minta mukjizat. Dengan begitu, mereka akan pada tahap tertentu selalu memaksa TUHAN untuk memberkati mereka. Akibat paling fatal adalah MENINGGALKAN TUHAN KARENA DOA YANG TIDAK TERJAWAB.
Itulah KUTUK BAGI MEREKA.

Saat ini, saya yang menulis artikel ini mengalami sendiri pengajaran TUHAN yang tidak bisa didapatkan oleh orang lain. Saya bersyukur diizinkan oleh TUHAN mengalami sakit di kaki yang sudah bertahun-tahun.
Pengalaman sakit ini justru membuat saya bisa belajar untuk tetap rendah hati di hadapan manusia dan merendahkan diri di hadapan TUHAN. Saya sadar, selama fisik saya sembuh ketika saat kuliah dulu, justru kelebihan fisik saya dipakai untuk kesia-siaan yang mendatangkan kutuk bagi saya.
Kehidupan foya-foya, dugem, narkoba membuat BERKAT yang dikaruniakan menjadi KUTUK pada tahun-tahun setelahnya. Didikan beberapa tahun ini tidak banyak diterima oleh orang-orang lain. Pengalaman seperti inilah yang membuat saya bisa belajar banyak dari TUHAN.
Saya menyadari, jika TUHAN terlalu cepat menyembuhkan saya, maka sangat mungkin sekali saya akan terjerat kembali ke dalam lembah dosa. Tetapi justru karena kebaikan TUHAN Allah yang tidak secara instant memberikan kesembuhan, maka saya bisa belajar untuk bersabar, bergantung kepada TUHAN, tidak sombong, mempunyai waktu lebih banyak untuk membaca Alkitab, dll.

Jika Beethoven dengan tulinya (yg mungkin dianggap kutuk) bisa menjadi BERKAT kepada dunia, jika Nick Vujicic yang tidak punya tangan dan kaki justru menjadi TEGURAN bagi orang yang lengkap fisiknya, jika Paulus justru di dalam kelemahan fisiknya melihat kuasa TUHAN, jika salib Yesus yang bagi dunia adalah kutuk justru menjadi BERKAT KESELAMATAN BAGI KITA, so, apa pandangan anda mengenai KUTUK dan apa yang menjadi pandangan anda mengenai BERKAT?
Saudara-saudara, jangan sampai justru apa yang saat ini ada pada anda yang anggap sebagai berkat justru membawa kutuk kepada anda. Periksalah saat ini, apakah HARTA anda sudah jadi jerat bagi anda? Atau mungkin KECANTIKAN/KETAMPANAN/KELEBIHAN FISIK anda membuat anda menjadi TINGGI HATI?
Atau bahkan KEPINTARAN dan KEJENIUSANMU membuat anda berpikir LICIK dan PENUH INTRIK?
Jangan sampai hal-hal tersebut yang saat ini adalah BERKAT justru pada akhirnya menjadi KUTUK !

Ubahlah perspektif anda! Semoga TEGURAN di artikel ini menjadi BERKAT buat saudara.
Salam.

Minggu, 26 Juni 2011

Kehilangan Bagian Terbaik Rencana TUHAN ( Lukas 9:30-33 )

Petrus dan teman-temannya kehilangan bagian terbaik dari rencana TUHAN sehingga mereka tidak mengerti rencana Yesus tentang kepergiannya ke Yerusalem. Itulah sebabnya hampir semua murid-muridNya meninggalkan diri Yesus ketika disalibkan. Sebenarnya Tuhan Yesus mengajak mereka naik ke atas gunung untuk menyingkapkan RAHASIA BESAR bagi mereka. Bahkan maksud Yesus ingin meneguhkan hati para muridNya supaya tidak tawar hati menghadapi kenyataan yang AKAN TERJADI. Bapa sengaja mengirimkan Musa dan Elia sebagai SAKSI kepada KETIGA MURID untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah ANAK ALLAH. Tetapi mereka kehilangan bagian terbaik dari sebuah kisah yang komplit sehingga mereka hanya melihat TRANSFIGURASI YESUS saja TANPA MENGETAHUI MAKSUD RENCANA UTUH dari kisah yang panjang karena TERTIDUR.

Ketika khotbah di gereja, seringkali kita ngantuk dan tertidur karena kurang persiapan hati dan fisik,mungkin kita kehilangan bagian khotbah yang paling esensial. Orang yang hidup dalam kedagingan juga jangan berharap bisa menerima hal terbaik dari rencana TUHAN. Bahkan mereka tidak akan mengerti sehingga fokus mereka akan ada di bumi. Kemalasan untuk membaca Firman TUHAN mengakibatkan orang Kristen tidak mengerti secara tepat akan kehendak TUHAN secara benar. Petrus ketika melek dari tidur tidak mengerti maksud dari rencana Yesus ke Yerusalem. Hanya SENSASI SEMENTARA yang dirasakan.

Orang Kristen yang MOLOR secara rohani pun demikian, mereka hanya memfokuskan pada hal-hal yang sifatnya SENSASIONAL BELAKA TANPA MENGERTI ESENSI DARI BIG PLAN OF BLUE PRINT RENCANA TUHAN. Petrus setelah siuman dari tidurnya secara EMOSIONAL ingin mendirikan 3 KEMAH untuk Yesus satu, untuk Musa satu dan untuk Elia satu.
Kekurangan-fahaman akan kehendak Bapa membuat orang Kristen hanya memfokuskan kehidupan mereka hanya di muka bumi semata-mata.


1 Korintus 15:19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.


Bahkan pengajaran-pengajaran di gereja saat ini pun secara sadar atau tidak sadar telah terjebak kepada PEMAHAMAN YANG MATERIALISTIK yang hanya memfokuskan kepada hal-hal yang BERSIFAT SENSASIONAL YANG BERSIFAT SEMENTARA.
Umat TUHAN yaitu jemaat gereja diajarkan hanya AYO MEMUJI TUHAN, AYO KITA RAYAKAN KEBAIKAN TUHAN, MARI KITA BERSUKA CITA AKAN KEBAIKAN TUHAN, dsb yang kedengaran dan kelihatannya memang baik. Tetapi seringkali para hamba TUHAN lupa, bahwa itu bukanlah BAGIAN DARI RENCANA YANG PALING INTI dari TUHAN. Ketika Petrus, Yohanes dan Yakobus tertidur, mereka tidak mendengarkan RENCANA KEPERGIAN YESUS KE YERUSALEM.


Luk 9:31 Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.


Ketidakmengertian akan pengajaran inti Alkitab menghasilkan orang-orang Kristen yang hanya nampak bagus di permukaan. Mungkin awalnya, saat kita baru pertama menerima Yesus sebagai TUHAN dan JURUSELAMAT, KEBAIKAN YANG BERBAU KEKONYOLAN sering kita lontarkan. Emosi bercampur iman kita mungkin berikrar SAYA INGIN MATI DEMI KRISTUS, SAYA INGIN MENDIRIKAN GEREJA UNTUK TUHAN, dsb. Tetapi jika kita hanya ke gereja mencari HAL-HAL YANG SEMENTARA, ketika PENDERITAAN datang, mereka segera lari dari TUHAN. Belum lagi jika terjadi PENGANIAYAAN, mungkin kita bisa MENYANGKAL IMAN kita.

Jikalau saat ini, kita menemukan kerohanian kita sedang MOLOR alias TERTIDUR, maka segeralah bangun. Setiap minggu ke gereja, setiap ada komsel kita bersekutu, setiap ada KKR kita hadiri tidak akan membawa kita kepada PERTUMBUHAN jika TIDAK DISERTAI PEMAHAMAN akan HATI TUHAN melalui rencanaNya yang telah tertuang di Alkitab. Carilah PERKARA-PERKARA DI ATAS, BUKAN DI BAWAH (Kolose 3:2). Petrus mungkin awalnya sebelum diajak naik ke gunung Tabor bisa mengakui bahwa Yesus adalah MESIAS, tetapi pada kenyataan, setelah beberapa waktu setelah turun dari gunung, Dia ditegor oleh Yesus dengan teguran yang sangat keras "Enyahlah Iblis" karena dia tidak tau rencana Yesus ke Yerusalem. Bahkan saat Yesus diserahkan di mahkamah Agama, dia hanya berani mengikuti Yesus secara diam-diam dan tidak berani tunjukkan jati diri sebagai murid Yesus, bahkan dia MENYANGKAL TUHAN YESUS.

Saudara-saudari, jangan sampai pada titik paling akhir dari kekristenan kita, kita ditemukan KALAH. Ujian sesungguhnya dari iman kita mungkin belum tiba, untuk itu, mari kita persiapkan rohani kita untuk menghadapi kemungkinan terburuk dari perjalanan hidup kita. Jangan juga kita seperti 5 GADIS BODOH YANG WALAUPUN SUDAH MELAYANI PENGANTIN YANG SIAP DI PESTA PERNIKAHAN , mereka ditolak pada akhirnya (Matius 25:1-11).

Saudara-saudari, "Yesus ingin membawa kita atas gunungNya", mungkin awalnya kita adalah orang-orang pilihanNya, tetapi itu tidak menjamin akhir dari perjalanan kita. Mungkin di tengah perjalanan rohani, kita menjadi undur, tetapi pastikan kita tidak ditolak pada akhirnya. Walaupun banyak sekali terjadi kesalahan, pada akhirnya Petrus berhasil mengakhiri perjalanan rohaninya dengan baik. Bahkan tidak ada dari para rasul yang menerima siksaan sebesar dia yaitu disalibkan terbalik.

Jikalau Yesus tahu bahwa rencanaNya ke Yerusalem adalah untuk disalibkan bagi kita, jikalau Petrus tahu bahwa rencananya ke Roma juga untuk disalibkan, jikalau para murid TUHAN tahu rencananya untuk mengambil bagian di dalam penderitaan Yesus, maka, APAKAH KITA TAHU RENCANA TUHAN UNTUK KITA?

JANGAN TERTIDUR !

AYAT-AYAT BERKAITAN DENGAN TOPIK

Luk 9:30 Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.
Luk 9:31 Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.
Luk 9:32 Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.
Luk 9:33 Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.

Minggu, 15 Mei 2011

Kecil, Kritis, Terhitung, Ternilai, Serius di Mata Yesus (Mat 25:31-46)

PELAYANAN SESUNGGUHNYA


Mat 25:35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
Mat 25:36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.


Saudara-saudara pembaca yang seiman dengan saya, kita jangan mempunyai pola pikir yang salah di dalam hal melayani TUHAN. Janganlah terjadi polarisasi pemikiran di dalam diri kita yang jika kita adalah orang Kristen, berarti ruang lingkup pelayanan kita adalah di dalam bangunan fisik gereja semata. Memang, gereja adalah tempat yang seharusnya aman untuk melatih karunia-karunia yang diberikan TUHAN. Kita juga bisa menempa karakter-karakter yang baik, dan seharusnya begitu.
Di gereja, orang-orang percaya bisa belajar bermain musik, belajar nyanyi, belajar mengajar Firman TUHAN dan setelah cukup dewasa, maka orang-orang percaya bisa dipercayakan pelayanan menurut karunia yang mereka miliki yang diberikan oleh TUHAN.
Di gereja orang Kristen bisa bersekutu bersama-sama dengan orang-orang percaya lain. Di sana pula kita bisa bertemu dengan orang-orang yang belum percaya yang coba gereja jangkau. Singkat kata, gereja haruslah menjadi tempat aman dan menjadi jawaban bagi banyak orang, bahkan bagi dunia.

Pelayanan-pelayanan yang berkaitan dengan musik, vokal, khotbah, audio, proyektor, ushering memang "menyenangkan". Apalagi kalau dikatakan bahwa yang kita layani sebenarnya adalah kepada TUHAN ALLAH. Sungguh adalah terhormat dan merasa sangat bangga bukan? Tetapi bagaimana jika sudah menyentuh kepada pelayanan-pelayanan di luar gereja ?

Di sinilah, menurut Alkitab bahwa akan tahu mana yang DOMBA dan mana yang KAMBING. Jelas di (Injil Matius 25:31-46) Tuhan Yesus memberikan peringatan secara jelas tentang kedatangan diriNya yang kedua kali untuk menghakimi, tetapi di perikop ini bukan mengenai penghakiman terhadap dunia, tetapi justru penghakiman untuk orang-orang Kristen. Jika ingin membawa mengenai penghakiman terhadap dunia, maka kamu bisa mencarinya di kitab Wahyu.

Yesus melalui pengajaran pribadi kepada murid-muridNya mulai dari pasal 24-25 selalu berbicara mengenai "peringatan-peringatan untuk kalangan dalam".
Kita bisa lebih spesifik membaca mengenai :

-"Perumpamaan hamba yang setia dan jahat"
-"Gadis-gadis bijaksana dan gadis-gadis bodoh"
-"Pengurus-pengurus talenta"

Semua itu berbicara mengenai nubuatan dan peringatan kepada orang Kristen bahwa terdapat 2 JENIS ORANG KRISTEN. Kita adalah "HAMBA", kita juga adalah "GADIS", kita juga adalah "PENGURUS TALENTA"-nya TUHAN. Jika kita tidak setia dan bertanggungjawab, kita akan mendapatkan ganjaran.

Tetapi ending daripada semua perumpamaan itu semua adalah mengenai "PENGHAKIMAN TERAKHIR", dan di sinilah Tuhan Yesus berterus terang mengenai siapa sebenarnya DOMBA dan siapa sebenarnya KAMBING.
Penilaian yang diberikan oleh Tuhan Yesus yang datang dengan otoritas sebagai RAJA itu sebenarnya cukup sederhana.

Dia tidak menilai sudah berapa lama kita melayani di gereja. Dia juga tidak menilai dari berapa orang yang sudah kita bawa jadi orang Kristen. Dia pun tidak menilai jabatan kita di gereja. Tetapi Dia menilai dari pelayanan-pelayanan kecil. Pelayanan-pelayanan yang bahkan dilakukan terhadap orang-orang kecil dan hina.

Pelayanan-pelayanan yang kecil dan hina yang seperti di Matius 25:35-36 inilah yang sering luput dari pandangan orang Kristen.
Tetapi justru pelayanan-pelayanan inilah yang diperhitungkan oleh TUHAN. Lalu anda tanya mengapa demikian?

Jawabannya adalah karena pelayanan tersebut menyangkut HIDUP MATI SESEORANG.

LAPAR, HAUS, ORANG ASING, TELANJANG, SAKIT, PENJARA adalah masalah yang kritis di dalam hidup seseorang. Jika kita tidak cepat menolong orang-orang yang berurusan dengan hal-hal tersebut, mungkin kesempatan menolong mereka tidak datang dua kali.
Bagaimana seandainya kita melewatkan pertolongan terhadap orang-orang seperti ini dan mereka ternyata meninggal setelah itu sebelum menerima Yesus sebagai TUHAN dan JURUSELAMAT ? Di sinilah KEADILAN DARI TUHAN akan MENGHAKIMI KITA.

Pertolongan-pertolongan terhadap orang hina memang susah-susah gampang. Secara dompet kita mungkin gampang, tetapi secara hati sangat mungkin kita merasa jijik, risih, dll.
Di sinilah HATI kita diuji. Alkitab jelas mengatakan bahwa , TUHAN akan menghakimi APA YANG PALING TERSEMBUNYI DI HATI MANUSIA.


Rom 2:16 Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.


Kita pastilah ingat melalui cerita Lazarus bukan ? Orang kaya tersebut diberikan kesempatan untuk memberikan bantuan kepada Lazarus, berkali-kali Lazarus datang, tetapi tidak pernah ditolong.
Kita sebagai orang Kristen diberikan kepekaan orang TUHAN, kita tidak semesti melakukan apa yang seperti orang kaya di cerita Lazarus terus lakukan.

Jika HATI kita bisa tergerak untuk melakukan perkara-perkara yang berhubungan dengan orang-orang hina semacam ini, bagaimana kita bisa dipercayakan dengan perkara-perkara yang lebih besar? Itu adalah kemustahilan belaka.
Saudara-saudara, jika dicermati, TUHAN YESUS sebenarnya juga tidak mau "menyusahkan" kita terlalu lama dengan "orang-orang hina" di dalam ayat-ayat tersebut.
Pertolongan-pertolongan terhadap kasus-kasus tersebut jika dicermati adalah bersifat sementara, jadi, jangan takut !

Membantu orang lapar anda bisa berikan sekotak makanan, membantu orang haus, anda bisa berikan sebotol air mineral, memberikan tumpangan kepada orang asing, anda bisa sediakan sepotongan kasur.
Memberikan pakaian kepada orang telanjang, anda bisa berikan sepotong pakaian, menolong orang sakit, anda bisa belikan obat atau paling mahal anda bisa bawa ke rumah sakit.
Menjenguk orang di penjara, tidak akan memakan 1 harian. Tetapi sekali lagi, permasalahan ini menyangkut KEPEKAAN HATI dan Kepekaan hati setiap orang Kristen haruslah berbanding lurus dengan BELAS KASIHAN ILAHI TUHAN YESUS.
Entah kehilangan kepekaan sehingga KAMBING-KAMBING di perumpamaan ini bertanya kepada RAJA:


bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?


Orang-orang Kristen harus belajar dari ORANG SAMARIA YANG BAIK. Kelamaan melayani di gereja bisa membuat orang Kristen menjadi "IMAM" dan "ORANG LEWI" (Lukas 10:29-37) Selalu hanya berhubungan dengan hal-hal yang baik dan menyenangkan bisa menumpulkan belas kasihan. Untuk itulah saudara-saudara, pelayanan kita tidak terbatasi oleh TEMBOK GEREJA semata, tetapi lebih daripada itu, justru di LUAR GEREJAlah, lebih banyak orang memerlukan kita.

Kalau boleh saya simpulkan dari perikop ini, SANG RAJA ingin MEMBERIKAN WARNING:

"JIKA KAMU TIDAK BERIKAN ORANG LAIN KESEMPATAN KEDUA UNTUK HIDUP, AKU PUN TIDAK AKAN BERIKAN KAMU KESEMPATAN HIDUP KEKAL".


Mat 25:31 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
Mat 25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
Mat 25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
Mat 25:34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
Mat 25:35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
Mat 25:36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
Mat 25:37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?
Mat 25:38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
Mat 25:39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
Mat 25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
Mat 25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
Mat 25:42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
Mat 25:43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
Mat 25:44 Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
Mat 25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.
Mat 25:46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."



Poin-poin penting:

- Pelayanan sesungguhnya bukanlah di gereja, tetapi di masyarakat kecil
- Pertolongan kecil mungkin saja menentukan hidup matinya seseorang (orang lain dan kita sendiri)
- Perolongan sesaat dan sekecil apa pun mungkin mengubah nasib seseorang dalam jangka panjang
- Pertolongan sekecil apapun tetap diperhitungkan besar.
- Pertolongan-pertolongan ini memerlukan hati yang besar karena berhubungan dengan orang-orang yang hina
- Pertolongan besar dibangun dari kebiasaan memberikan pertolongan-pertolongan kecil
- Berhadapan dengan orang hina akan menunjukkan siapa diri kita sesungguhnya
- Ujian kelihatannya kecil tetapi sesungguhnya bernilai besar (di mata TUHAN).
- Tuhan Yesus adalah Raja yang adil, Dia memberikan keadilan kepada orang yang dianggap hina
- Jika kita tidak memberikan kesempatan kedua kepada orang untuk hidup, Yesus ketika datang sebagai RAJA tidak akan lagi berikan kesempatan kedua untuk bertobat.


SEMOGA BERMANFAAT !
GBU